Bahlil Buka Suara soal Potensi Orang Kaya Beralih ke BBM Subsidi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengingatkan masyarakat yang tergolong mampu agar tidak menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Imbauan tersebut disampaikan menyusul potensi pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi, akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Menurut Bahlil, BBM subsidi disediakan khusus bagi kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Karena itu, ia meminta masyarakat mampu untuk tidak mengambil hak kelompok yang berhak menerima subsidi tersebut.
Baca Juga : Bahlil Jamin Stok Elpiji Aman dan Harga Tidak Naik!
“Ya saya cuma mau sampaikan ajalah. BBM subsidi itu kepada saudara-saudara kita yang berhak. Jangan model kayak saya, kayak Dirjen, Wamen, karena harga BBM RON 98 naik tiba-tiba mereka masuk ke subsidi. Itu kita mengambil hak saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Apa nggak malu kita?” ungkap Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi, Bahlil memastikan pemerintah akan memperkuat pengawasan di lapangan. Selain itu, pemerintah telah menerapkan skema pembatasan pembelian BBM subsidi.
“Ya saya katakan waktu di Seoul di Korea waktu saya menyampaikan bahwa BBM-nya itu akan diberikan per hari 50 liter. 50 liter itu kan tangki sudah penuh itu, sudah bisa 400 kilo itu, 300 kilo lebih lah, hampir kurang lebih 400. Sebagai mantan sopir angkot, ya itu pengalaman saya. Terkecuali ada maksud lain kau mau isi lebih dari itu,” tuturnya.
Sebelumnya, Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai terdapat potensi perpindahan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Hal ini terjadi setelah harga BBM nonsubsidi mengalami lonjakan signifikan.
Ia menyebut harga Pertamax Turbo saat ini berada di level Rp19.400 per liter, Dexlite Rp23.600 per liter, serta Pertamina Dex Rp23.900 per liter. Sementara itu, harga Pertalite masih bertahan di Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter.
Menurut Yusuf, selisih harga yang cukup besar, terutama pada jenis diesel, akan memengaruhi perilaku konsumen. Perbedaan harga antara Dexlite dan Solar subsidi bahkan telah melampaui Rp16.000 per liter sehingga membuat BBM nonsubsidi menjadi kurang ekonomis.
“Dengan gap sebesar itu, migrasi konsumsi hampir pasti terjadi,” ujar Yusuf kepada CNBC Indonesia, Senin (20/4/2026).
Ia juga menilai perpindahan konsumsi ini hampir tidak bisa dihindari, khususnya bagi pelaku usaha seperti sektor logistik, UMKM, dan armada kecil. Pasalnya, biaya bahan bakar memiliki kontribusi besar terhadap biaya operasional.
“Dalam banyak kasus, bahan bakar bisa menyumbang 30 sampai 40 persen dari biaya variabel. Jadi begitu harga naik tajam, switching itu bukan pilihan, tapi kebutuhan bertahan,” ujarnya.
Baca Juga : Negosiasi Terancam Batal, AS Serang Kapal Iran!
Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi yang berlaku mulai Sabtu (18/4/2026). Kenaikan harga terutama terjadi pada produk bensin beroktan tinggi dan diesel.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi dipengaruhi dinamika harga pasar global, serta kondisi geopolitik yang sedang berlangsung.
“Penyesuaian harga LPG NPSO (Non Subsidi) ini kurang lebih sama dengan BBM NPSO dipengaruhi harga pasar dan kondisi geopolitik saat ini ya,” kata Roberth kepada CNBC Indonesia, Senin (20/4/2026).
Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi jenis Pertamax, pihak Pertamina masih melakukan evaluasi bersama pemerintah.
Berdasarkan data dari situs resmi MyPertamina, berikut rincian harga BBM terbaru di wilayah DKI Jakarta:
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.400 per liter (naik dari Rp13.100)
- Dexlite: Rp23.600 per liter (naik dari Rp14.200)
- Pertamina Dex: Rp23.900 per liter (naik dari Rp14.500)
Adapun beberapa jenis BBM lainnya masih belum mengalami perubahan harga:
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Solar subsidi: Rp6.800 per liter

[…] Bahlil Buka Suara soal Potensi Orang Kaya Beralih ke BBM Subsidi […]
[…] Bahlil Buka Suara soal Potensi Orang Kaya Beralih ke BBM Subsidi […]