Bos BI Ungkap Modal Asing Kembali Deras Masuk RI
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan kondisi eksternal ekonomi Indonesia masih berada dalam posisi yang solid di tengah ketidakpastian global.
Hal itu disampaikan Perry dalam Konferensi Pers Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (7/5/2026).
Menurut Perry, daya tahan ekonomi Indonesia ditopang oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap tinggi. Pada kuartal I-2026, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,61%.
Selain itu, neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 juga kembali mencatatkan surplus sebesar US$ 5,5 miliar. Capaian tersebut menjadi surplus perdagangan ke-71 kali secara berturut-turut sejak Mei 2020.
Modal Asing Mulai Kembali Masuk ke RI
Dengan kondisi tersebut, Perry menilai kepercayaan investor asing terhadap Indonesia mulai kembali meningkat.
Baca Juga : Iran Tetap Tidak Mau Bahas Nuklir, Selat Hormuz di Bawah Kendali!
“Aliran masuk modal asing juga masuk hingga 30 April US$ 3,3 miliar pada SRBI dan SBN setelah outflow US$ 1,7miliar di triwulan I-2026,” kata Perry.
Arus modal asing yang kembali masuk dinilai menjadi salah satu penopang stabilitas pasar keuangan nasional di tengah tekanan ekonomi global.
Purbaya Sebut Inflow Asing Makin Deras
Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, juga menyampaikan bahwa dana asing kini mulai deras masuk ke pasar keuangan Indonesia.
Menurut Purbaya, kondisi tersebut semestinya dapat memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan hingga akhir April 2026, total aliran modal asing yang masuk secara neto mencapai Rp 10,4 triliun.
Khusus pada April 2026, inflow asing tercatat sebesar Rp 38,5 triliun.
SBN dan SRBI Jadi Penopang Inflow
Purbaya menjelaskan dana asing yang masuk pada April terutama mengalir ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Untuk SBN, inflow pada April mencapai Rp 13,4 triliun, meskipun secara kumulatif sepanjang tahun masih tercatat outflow Rp 11,7 triliun.
Sementara itu, SRBI mencatat inflow sebesar Rp 42,2 triliun pada April 2026 dan secara year to date mencapai Rp 72 triliun.
Baca Juga : Status Stabilitas Keuangan RI Disebut Hanya Dilaporkan ke Presiden
Di sisi lain, pasar saham masih mengalami tekanan keluar modal asing. Pada April 2026, outflow saham tercatat Rp 17 triliun, sedangkan sejak Januari 2026 total outflow mencapai Rp 49,9 triliun.
