Iran Tegaskan Tak Mau Bahas Nuklir, Bersikeras Selat Hormuz Tetap di Bawah Kendalinya
Iran kembali menegaskan sikap kerasnya terkait isu nuklir dan penguasaan Selat Hormuz di tengah upaya negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).
Anggota Dewan Kebijakan Iran Mohsen Rezaei menyatakan Teheran tidak akan membuka perundingan mengenai program nuklirnya dengan pihak mana pun.
Mantan komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) itu juga menegaskan Selat Hormuz harus tetap berada di bawah kendali Iran.
“Iran tidak akan bernegosiasi mengenai masalah nuklir dengan siapa pun dan kendali atas Selat Hormuz harus tetap berada di tangan Iran,” kata Rezaei, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (7/5/2026).
Ia memperingatkan bahwa hilangnya kendali Iran atas Selat Hormuz dapat dimanfaatkan musuh untuk menyerang kembali negaranya.
“Jika kendali dan pengelolaan Selat Hormuz lepas dari tangan Iran, musuh akan sekali lagi memanfaatkannya sebagai senjata melawan Iran dan rakyatnya,” tegasnya.
Rezaei juga meminta seluruh pasukan asing meninggalkan kawasan Timur Tengah.
“Model Iran menekankan bahwa kawasan tersebut harus menyediakan keamanannya sendiri. Pasukan asing, baik Amerika maupun Eropa, harus pergi,” tambahnya.
Baca Juga: Kapal Tanker Iran Ditembaki AS di Selat Hormuz
AS dan Iran Disebut Makin Dekat ke Arah Kesepakatan
Pernyataan keras Iran itu muncul di tengah laporan bahwa AS dan Iran mulai mendekati kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik di kawasan.
Presiden AS Donald Trump disebut tengah menyederhanakan sejumlah isu dalam perundingan damai agar kelompok moderat di pemerintahan Iran kembali bersedia bernegosiasi.
Gedung Putih juga dilaporkan menerima sinyal positif dari mediator Pakistan terkait kemungkinan kompromi dari pihak Iran.
Salah satu opsi yang dibahas adalah pembatasan sementara pengayaan uranium Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi secara bertahap dan pelepasan aset Iran yang dibekukan.
Saat ini, pemerintah Iran disebut masih mempelajari proposal terbaru dari AS.
Pejabat dari kedua negara juga dikabarkan mulai menunjukkan optimisme hati-hati terhadap peluang tercapainya nota kesepahaman untuk menghentikan konflik.
Namun, sejumlah perbedaan besar masih menjadi hambatan utama dalam negosiasi tersebut.
Iran tetap menolak tuntutan penghentian total pengayaan uranium dan mengaitkan penyelesaian konflik dengan pembukaan kembali Selat Hormuz serta pelonggaran sanksi ekonomi.
Para negosiator disebut tengah membahas dokumen kerangka kerja singkat berupa memorandum satu halaman yang berisi sekitar 14 poin.
Baca Juga: Iran Diklaim Iran Takluk, Setuju Stop Program Nuklir
Dokumen itu disebut dapat menjadi dasar untuk gencatan senjata, pencabutan sanksi, hingga pembicaraan lanjutan terkait isu nuklir dan keamanan kawasan.
“Usulan Amerika masih ditinjau oleh Iran dan setelah selesai, Iran akan memberitahukan pendapatnya kepada pihak Pakistan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei.

[…] Iran Tegaskan Tak Mau Bahas Nuklir, Bersikeras Selat Hormuz Tetap di Bawah Kendalinya […]
[…] Iran Tegaskan Tak Mau Bahas Nuklir, Bersikeras Selat Hormuz Tetap di Bawah Kendalinya […]
[…] Baca Juga: Iran Tegaskan Tak Mau Bahas Nuklir, Hormuz Tetap di Bawah Kendali! […]