Trump Sebut Proposal Iran Bermasalah, Gencatan Senjata Gagal?
Gedung Putih menegaskan Amerika Serikat tetap menolak segala bentuk pengayaan uranium di wilayah Iran, meski pembicaraan gencatan senjata tengah berlangsung di tengah konflik yang memanas.
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt yang menekankan sikap Presiden Donald Trump tidak berubah terkait isu nuklir Iran.
“Garis merah Presiden, yakni penghentian pengayaan uranium Iran di dalam wilayah Iran, belum berubah. 10 poin Teheran telah kami buang ke tong sampah,” ungkap Leavitt, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Iran vs AS: Sebenarnya Siapa Pemenang di Balik Gencatan?
AS tolak tuntutan Iran dalam proposal awal
Leavitt mengungkapkan bahwa proposal 10 poin yang diajukan Iran berbeda dengan versi yang dipublikasikan Teheran.
Menurut dia, proposal awal tersebut memuat tuntutan agar AS mengakui hak Iran memperkaya uranium, memberikan keringanan sanksi, serta menghentikan serangan secara permanen.
“Gagasan bahwa Presiden Trump akan menerima daftar keinginan Iran sebagai sebuah kesepakatan adalah hal yang sepenuhnya tidak masuk akal. Presiden hanya akan membuat kesepakatan yang melayani kepentingan terbaik Amerika Serikat,” terang Leavitt.
Meski demikian, Trump sebelumnya sempat menyebut proposal Iran sebagai dasar yang dapat digunakan untuk negosiasi.
Gedung Putih juga memastikan bahwa pembicaraan lanjutan akan difokuskan dalam dua minggu ke depan, selama Selat Hormuz tetap terbuka.
Putaran awal negosiasi dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, dengan delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance.
Iran ragukan proses negosiasi
Di sisi lain, Iran meragukan keberlanjutan pembicaraan tersebut. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menilai kesepakatan awal telah dilanggar bahkan sebelum negosiasi dimulai.
“Sekarang, ‘basis yang dapat dikerjakan untuk bernegosiasi’ itu telah dilanggar secara terbuka dan jelas, bahkan sebelum negosiasi dimulai. Dalam situasi seperti ini, gencatan senjata bilateral atau negosiasi adalah hal yang tidak masuk akal,” tulis Ghalibaf.
Ia menuding Amerika Serikat dan Israel melanggar gencatan senjata dengan tetap melanjutkan operasi militer di Lebanon serta tidak menghentikan serangan ke wilayah Iran.
Baca Juga: Israel Tuduh Iran Tembakkan Rudal usai Gencatan Diumumkan
Klaim keberhasilan militer AS
Leavitt juga menegaskan klaim keberhasilan militer Amerika Serikat dalam konflik tersebut.
Menurut dia, kemampuan militer Iran telah dilemahkan melalui operasi besar-besaran yang dilakukan bersama sekutu.
“Angkatan laut mereka, rudal mereka, basis industri pertahanan mereka, serta keinginan dan rencana mereka untuk membangun bom nuklir di dalam negeri mereka tidak akan lagi diizinkan, tidak dapat lagi terjadi, berkat kesuksesan luar biasa dari Operasi Epic Fury,” tegas Leavitt.
Meski demikian, ketegangan masih berlanjut, dengan Iran disebut terus meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel serta kawasan sekitarnya.

[…] Trump Sebut Proposal Iran Bermasalah, Gencatan Senjata Gagal? […]
[…] Baca Juga: Proposal Iran Dinilai Trump Bermasalah, Gencatan Senjata Bermasalah? […]