Donald Trump Ungkap Pelaku Penembakan Dekat Gedung Putih
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump buka suara usai terjadi baku tembak di luar Gedung Putih pada Sabtu (24/5/2026) waktu setempat.
Trump mengatakan pria yang melepaskan tembakan ke arah petugas Secret Service diduga memiliki riwayat kekerasan dan kemungkinan terobsesi dengan Gedung Putih.
“Terima kasih kepada Secret Service dan penegak hukum kita yang hebat atas tindakan cepat dan profesional yang diambil malam ini terhadap seorang pria bersenjata di dekat Gedung Putih,” katanya dalam unggahan di Truth Social, dikutip dari AFP, Minggu (24/5/2026).
Dalam insiden tersebut, pelaku dilaporkan tewas setelah tertembak dan sempat dilarikan ke rumah sakit.
Baca Juga: Lockdown AS Dipicu Baku Tembak Dekat Gedung Putih
Pelaku Lepaskan Tiga Tembakan ke Arah Petugas
Berdasarkan keterangan resmi Secret Service, insiden bermula ketika pelaku bersenjata mendekati pos pemeriksaan keamanan di sisi barat kompleks Gedung Putih.
Pembawa acara Fox News Bret Baier yang mengutip pejabat senior pemerintahan mengatakan pelaku sempat melepaskan tiga kali tembakan ke arah petugas.
Aksi tersebut langsung direspons oleh agen Secret Service yang berjaga di perimeter luar Gedung Putih.
“Petugas polisi Secret Service membalas tembakan, mengenai tersangka, yang kemudian dibawa ke rumah sakit setempat, di mana ia kemudian tewas,” tulis pernyataan resmi Secret Service.
Meski memicu kepanikan, pihak berwenang memastikan pelaku tidak berhasil menembus perimeter pertahanan utama Gedung Putih.
Saksi Mata Dengarkan Puluhan Letusan
Sejumlah saksi mata menggambarkan situasi di lokasi kejadian sangat kacau ketika suara tembakan mulai terdengar.
Seorang turis asal Kanada bernama Reid Adrian mengaku awalnya mengira suara tersebut merupakan kembang api.
“Kami mendengar sekitar 20 hingga 25 suara yang terdengar seperti kembang api, tetapi itu adalah tembakan, kemudian semua orang mulai berlari,” kata Adrian.
Kepanikan juga terjadi di area dalam Gedung Putih.
Para jurnalis yang berada di halaman utara diperintahkan aparat untuk segera masuk ke ruang konferensi pers.
Koresponden ABC News Selina Wang bahkan sempat merekam situasi saat dirinya merunduk di atas tanah.
“Kedengarannya seperti puluhan tembakan,” tulis Wang melalui akun X miliknya.
Baca Juga: Usai Trump Tunda Serangan Iran, Netanyahu Marah
FBI Turun Tangan Selidiki Motif Penembakan
Usai insiden terjadi, aparat kepolisian dan pasukan Garda Nasional langsung menutup akses menuju Gedung Putih.
Federal Bureau of Investigation kini membantu Secret Service untuk mengungkap motif di balik aksi penembakan tersebut.
“FBI berada di lokasi kejadian dan mendukung Dinas Rahasia dalam menanggapi tembakan yang terjadi di dekat halaman Gedung Putih,” tegas Direktur FBI Kash Patel melalui unggahan di X.
Hingga kini, Secret Service masih mengumpulkan informasi terkait identitas pelaku.
Sementara itu, korban warga sipil yang ikut tertembak telah dilarikan ke rumah sakit, tetapi otoritas belum mengungkap detail kondisi kesehatannya.
