Iran dan Oman Bahas Selat Hormuz, AS Langsung Ancam
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa Teheran dan Oman tengah melakukan pembicaraan terkait pengelolaan Selat Hormuz di masa depan. Langkah tersebut berlangsung di tengah meningkatnya tekanan dan ancaman sanksi dari Amerika Serikat (AS).
Melalui unggahannya di media sosial X, Araghchi menyebut pembicaraannya dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, berlangsung produktif dan mencakup berbagai isu strategis, termasuk pengelolaan jalur pelayaran vital tersebut.
Baca Juga : Prabowo Instruksikan Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis
“Kami membahas Selat Hormuz dan pengelolaannya di masa depan sesuai dengan tanggung jawab kedaulatan kami dan hukum internasional. Kami menyambut baik konsultasi dengan semua negara tetangga,” kata Araghchi.
Sebelumnya, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memperingatkan Oman agar tidak terlibat dalam upaya penerapan sistem pungutan atau tol bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Menurut Bessent, Washington siap menjatuhkan sanksi terhadap individu maupun lembaga yang membantu penerapan kebijakan tersebut.
“Oman, khususnya, harus tahu bahwa Departemen Keuangan AS akan secara agresif menargetkan aktor mana pun yang terlibat, secara langsung atau tidak langsung, dalam memfasilitasi pungutan tol untuk Selat Hormuz dan mitra yang bersedia akan dihukum,” tulis Bessent di X.
Ia menegaskan bahwa pemerintah AS tidak akan mentoleransi upaya apa pun yang berpotensi menghambat kebebasan pelayaran di jalur perdagangan internasional tersebut.
Iran Kena Sanksi Terkait “Otoritas Selat”
Ketegangan meningkat setelah pemerintah AS menjatuhkan sanksi terhadap badan baru Iran yang dikenal sebagai “Persian Gulf Strait Authority” atau Otoritas Selat Teluk Persia.
Washington menuduh lembaga tersebut mengumpulkan biaya dari kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz dan menganggap pembayaran tersebut sebagai bentuk dukungan kepada Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
AS juga memperluas ancaman sanksi kepada pihak-pihak yang melakukan pembayaran kepada badan tersebut.
Selat Hormuz Jadi Titik Panas Konflik
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi terpenting di dunia karena dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak global dan sebagian besar pasokan gas alam cair internasional.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran pecah pada akhir Februari 2026. Situasi tersebut mengganggu lalu lintas pelayaran dan memicu lonjakan harga energi dunia.
Baca Juga : Selama 2 Periode, Trump Disebut Sudah Ancam 15 Negara
Iran kemudian memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut, sementara AS berupaya menjaga kebebasan navigasi dan mendorong pembukaan kembali jalur pelayaran internasional.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Oman masih memainkan peran penting sebagai mediator dalam komunikasi antara Washington dan Teheran.
Sebelum konflik pecah, Oman menjadi tuan rumah sejumlah perundingan tidak langsung antara kedua negara. Namun hingga kini, pembicaraan untuk mengakhiri konflik secara permanen masih belum menghasilkan kesepakatan final.
Pada Kamis (29/5), AS dan Iran kembali saling menuduh melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak April. Insiden tersebut menjadi bentrokan paling serius sejak kedua pihak menyepakati penghentian sementara konflik.

[…] Iran dan Oman Bahas Selat Hormuz, AS Langsung Ancam […]
[…] Iran dan Oman Bahas Selat Hormuz, AS Langsung Ancam […]