Iran Peringatkan AS Keluar dari Timur Tengah usai Serangan
Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa setiap serangan maupun ancaman terhadap negaranya akan dibalas secara tegas.
Peringatan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi setelah Washington mengumumkan telah menyelesaikan serangkaian serangan terhadap sejumlah target militer Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan peluncuran drone dan rudal.
Araghchi juga mendesak pasukan asing yang berada di kawasan Timur Tengah untuk meninggalkan wilayah tersebut guna mengurangi risiko konflik yang semakin meluas.
Baca Juga: AS Diancam Dibalas oleh Iran usai Serangan Selat Hormuz
Iran Ancam Balas Serangan dan Minta Pasukan AS Pergi
Melalui unggahan di media sosial X pada Selasa (9/6/2026), Araghchi menegaskan Iran tidak akan membiarkan serangan terhadap negaranya berlalu tanpa respons.
Ia menilai Amerika Serikat tetap berupaya menguji keteguhan Iran meski disebut mengalami kegagalan dalam konflik yang sedang berlangsung.
“Terlepas dari kekalahannya di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami,” tulis Araghchi.
“Angkatan Bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa jawaban,” lanjutnya.
Araghchi juga menyampaikan peringatan langsung kepada personel militer AS yang berada di Timur Tengah.
“Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin tetap aman,” ujar Araghchi.
Menurut dia, sejarah kawasan Teluk Persia telah menunjukkan berbagai konsekuensi yang dialami pihak luar yang masuk ke wilayah tersebut tanpa izin.
Sementara itu, Amerika Serikat terus memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah.
Sejumlah pejabat Angkatan Laut AS menyebut hampir 20.000 pelaut dan marinir saat ini berada di laut untuk mendukung operasi di kawasan.
Pengerahan tersebut mencakup kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS George HW Bush, 18 kapal perusak berpeluru kendali, Unit Ekspedisi Marinir ke-31, serta lebih dari selusin skuadron udara.
Keseluruhan pasukan itu menjadi bagian dari sekitar 50.000 personel militer AS yang kini ditempatkan di Timur Tengah.
Araghchi kembali mengingatkan bahwa keberadaan pasukan asing di dekat wilayah Iran berpotensi memicu risiko yang lebih besar.
“Pasukan asing yang berada dekat dengan wilayah kami berada dalam risiko terus-menerus akibat kesalahan manusia mereka sendiri, kecelakaan biasa, atau berpotensi terkena baku tembak,” tulis Araghchi.
“Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik adalah mereka pergi,” tambahnya.
Meski menegaskan kesiapan Iran untuk merespons ancaman, Araghchi mengatakan negaranya masih mengutamakan penyelesaian melalui jalur diplomasi.
“Kami lebih memilih bahasa diplomasi, tetapi kami juga berbicara bahasa lain,” ujarnya.
Pernyataan itu muncul setelah Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengeluarkan peringatan serupa kepada Amerika Serikat agar tidak melanggar komitmennya.
Ketegangan terbaru bermula setelah AS melancarkan serangan terhadap sistem pertahanan udara, stasiun kendali darat, dan radar pengawasan Iran di sekitar Selat Hormuz sebagai respons atas jatuhnya helikopter Apache milik militer AS.
Komando Pusat AS (Centcom) menyebut serangan tersebut menargetkan fasilitas pertahanan udara Iran.
Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan serangan terhadap 21 target yang berkaitan dengan pangkalan AS di kawasan, termasuk di Bahrain dan Yordania.
Militer Kuwait juga menyatakan telah mencegat satu serangan yang mengarah ke wilayahnya.
Baca Juga: Gencatan Senjata Terancam, AS Serang Iran usai Apache Jatuh
AS menyebut tindakannya sebagai “respons yang proporsional” atas insiden jatuhnya helikopter tersebut, sedangkan IRGC menggambarkan operasi militer Washington sebagai tindakan yang “kejam”.
Ketegangan meningkat setelah dua awak helikopter yang jatuh berhasil diselamatkan oleh drone laut AS pada Senin.
Pejabat AS menuduh Iran menggunakan drone dalam insiden tersebut, meski belum dapat memastikan apakah pesawat tanpa awak itu memang sengaja menyerang helikopter Apache.
Di sisi lain, media semi-resmi Iran, Mehr News Agency, melaporkan bahwa Teheran belum mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter tersebut.

[…] Iran Peringatkan AS Keluar dari Timur Tengah usai Serangan […]
[…] Iran Peringatkan AS Keluar dari Timur Tengah usai Serangan […]