Kekayaan Trump Tembus Rp117 Triliun, Kripto Melejit
Kekayaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai sekitar 6,5 miliar dollar AS atau setara Rp117 triliun. Kenaikan ini terjadi hanya dalam 17 bulan masa jabatannya, menjadikannya salah satu presiden dengan akumulasi kekayaan terbesar dalam sejarah modern AS.
Laporan pengungkapan keuangan tahunan 2025 yang disampaikan kepada Kantor Etika Pemerintah AS pada Selasa waktu setempat menunjukkan bahwa lonjakan kekayaan tersebut terutama ditopang oleh bisnis aset digital yang kini menjadi sumber pendapatan utama keluarga Trump.
Baca Juga: Negosiasi Permanen Masih Buntu, AS-Iran Dikejar Tenggat Damai
Kripto jadi mesin utama kekayaan Trump
Salah satu penyumbang terbesar berasal dari World Liberty Financial, perusahaan aset digital yang dibangun bersama putra-putra Trump. Dari entitas ini saja, Trump disebut meraup hampir 800 juta dollar AS, terdiri dari penjualan token kripto dan pelepasan saham perusahaan.
Selain itu, Trump juga memperoleh sekitar 635 juta dollar AS dari penjualan koin meme bertema dirinya, yang turut memperkuat dominasi sektor kripto dalam portofolio kekayaannya. Dalam setahun terakhir, pendapatan dari sektor ini melonjak hampir sembilan kali lipat dibandingkan laporan sebelumnya.
Mengutip laporan Reuters, total keuntungan keluarga Trump dari berbagai proyek kripto sejak kembali menjabat pada 2025 bahkan diperkirakan telah melampaui 2,3 miliar dollar AS.
Meski sektor digital menjadi sorotan utama, bisnis tradisional Trump seperti lapangan golf dan resor juga tetap memberikan kontribusi besar, dengan pendapatan lebih dari 500 juta dollar AS sepanjang 2025. Resor Mar-a-Lago di Florida bahkan mencatat kenaikan signifikan menjadi 77 juta dollar AS.
Baca Juga: Trump Raup Rp25 T dari Bisnis Kripto, Terungkap!
Sorotan konflik kepentingan dan pembelaan Gedung Putih
Di tengah lonjakan kekayaan tersebut, Gedung Putih melalui juru bicara Anna Kelly menegaskan bahwa tidak ada konflik kepentingan dalam kebijakan pemerintahan White House. Ia menyebut seluruh kebijakan yang diambil Presiden Trump ditujukan untuk kepentingan publik, bukan keuntungan pribadi maupun keluarga.
Namun, sejumlah pengamat etika pemerintahan tetap menyuarakan kekhawatiran. Mantan pejabat Kantor Etika Pemerintah AS, Don Fox, menilai Trump telah mengabaikan norma lama yang selama ini dipegang presiden AS pasca-Watergate, terutama soal pemisahan antara jabatan publik dan kepentingan bisnis pribadi.
Di sisi lain, Wakil Presiden JD Vance dalam laporan terpisah mencatat pendapatan yang jauh lebih kecil, termasuk royalti buku memoarnya “Hillbilly Elegy” senilai 1–5 juta dollar AS.
Dengan total kekayaan yang kini diperkirakan mencapai 6,5 miliar dollar AS, Trump kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu tokoh politik sekaligus pebisnis paling berpengaruh dan kontroversial di Amerika Serikat.
