Krisis Timur Tengah, 58 Ribu Jamaah Indonesia Terancam Gagal Pulang
Situasi keamanan di Timur Tengah memanas, setelah sebelumnya Amerika dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran. Dampaknya, sejumlah bandara ditutup dan penerbangan dari atau yang menuju kawasan tersebut dibatalkan. Kondisi ini membuat ribuan jamaah umrah asal Indonesia berisiko mengalami keterlambatan kepulangan ke Tanah Air.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat 58.873 jamaah umrah Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi.
Baca Juga : Iran Angkat Pemimpin Baru, Janji Bakal Balas Serangan AS-Israel
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Puji Raharjo, memastikan pemerintah terus memantau perkembangan situasi regional secara intensif.
“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo dalam keterangan tertulis Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI di Jakarta, Sabtu (28/2) malam WIB.
Puji menegaskan bahwa faktor keselamatan jamaah menjadi prioritas utama. Ia juga menyampaikan bahwa koordinasi terus dilakukan dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh untuk memastikan setiap perkembangan di lapangan dapat segera direspons.
“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Sebelumnya, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2) yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Iran kemudian melakukan serangan balasan, tidak hanya ke Israel tetapi juga ke negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar.
Ketegangan akibat aksi saling serang ini membuat banyak maskapai menghentikan sementara operasional penerbangan ke wilayah Timur Tengah.
Sejumlah maskapai yang mengumumkan penangguhan penerbangan antara lain Aegean Airlines, Air Algerie, Air France, Air India, British Airways, Cathay Pacific, Etihad Airways, Emirates, Finnair, Garuda Indonesia, Iberia, IndiGo, Japan Airlines, KLM, Lufthansa, Norwegian Air Shuttle, Oman Air, Pakistan International Airlines, Qatar Airways, Scandinavian Airlines, Swiss International Air Lines, Turkish Airlines, Virgin Atlantic, dan Wizz Air.
Baca Juga : MUI Desak Prabowo Keluar dari Board of Peace

[…] Krisis Timur Tengah, 58 Ribu Jamaah Indonesia Terancam Gagal Pulang […]
[…] Krisis Timur Tengah, 58 Ribu Jamaah Indonesia Terancam Gagal Pulang […]