Situasi Timur Tengah Memanas, Warga RI Diminta Tunda Umrah
Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau masyarakat Indonesia untuk menunda rencana keberangkatan umrah dalam waktu dekat.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang memanas setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah demi memastikan keselamatan warga negara Indonesia.
Baca Juga: MUI Desak Prabowo, RI Diminta Hengkang dari Board of Peace
“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami menghimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Pemerintah juga meminta jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi serta keluarga mereka di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi perkembangan situasi.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.
Memanasnya konflik di Timur Tengah berpotensi menghambat kepulangan mereka ke Indonesia, seiring banyaknya penerbangan yang dibatalkan akibat situasi keamanan.
Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2) yang menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut, Ali Khamenei.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan, tidak hanya ke Israel, tetapi juga ke sejumlah negara yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat, seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar.
Baca Juga: 50 Boeing Mau Diborong Garuda, Skema Pendanaan Disusun Danantara
Banyak Maskapai Tangguhkan Penerbangan
Situasi mencekam di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada operasional penerbangan internasional.
Sejumlah maskapai memutuskan untuk menangguhkan atau membatalkan penerbangan menuju destinasi di wilayah tersebut.
Beberapa maskapai yang mengumumkan penangguhan penerbangan antara lain Aegean Airlines, Air Algerie, Air France, Air India, British Airways, Cathay Pacific, Etihad Airways, Emirates, Finnair, Iberia, IndiGo, Japan Airlines, KLM, Lufthansa, Norwegian Air Shuttle, Oman Air, Pakistan International Airlines, Qatar Airways, Scandinavian Airlines, Swiss International Air Lines, Turkish Airlines, Virgin Atlantic, dan Wizz Air.
Penangguhan penerbangan tersebut semakin mempersempit opsi perjalanan keluar-masuk kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Indonesia pun terus memantau perkembangan situasi guna memastikan perlindungan maksimal bagi jemaah umrah dan warga negara Indonesia di wilayah terdampak.
