Laporan: Trump Diduga Tekan Netanyahu Lewat Sara untuk Batalkan Serangan ke Beirut
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan sempat berupaya mencegah rencana serangan Israel ke kawasan pinggiran selatan Beirut, Lebanon, dengan cara yang tidak biasa.
Menurut laporan yang beredar di media Israel, Trump disebut menghubungi Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, untuk membujuk suaminya agar membatalkan operasi militer tersebut.
Informasi itu pertama kali disampaikan oleh pengusaha Israel Roni Mani dan kemudian diberitakan oleh situs berita berbahasa Ibrani, Walla. Mani mengaku memperoleh informasi tersebut dari seorang sumber senior di Gedung Putih.
Menurut klaim Mani, sumber tersebut mengungkap adanya komunikasi langsung antara Trump dan Sara Netanyahu terkait rencana serangan Israel di wilayah Beirut selatan.
Baca Juga: Pangkalan AS di Kuwait Diserang Iran, Kirim Pesan Keras ke Trump
Klaim Tekanan Trump kepada Keluarga Netanyahu
Mani menuturkan bahwa Trump meminta Sara Netanyahu untuk memengaruhi keputusan suaminya dan menghentikan rencana operasi militer tersebut.
“Informasi eksklusif saya, melalui sumber saya di Gedung Putih, mengonfirmasi bahwa Trump menghubungi Sara Netanyahu dan menuntut agar dia menjaga Netanyahu atau dia akan memenjarakannya, mengusir Yair dari Amerika Serikat, dan membekukan aset mereka di sana,” klaim Mani.
Pernyataan itu merujuk kepada Yair Netanyahu, putra Benjamin Netanyahu, yang diketahui menetap di Florida, Amerika Serikat, sejak 2023.
Mani juga mengklaim Trump menawarkan kemungkinan suaka politik di Amerika Serikat bagi keluarga Netanyahu apabila pemimpin Israel tersebut kalah dalam pemilu mendatang.
Menurut keterangan yang disampaikan Mani, Sara Netanyahu kemudian berbicara langsung dengan suaminya mengenai pesan tersebut. Setelah itu, Netanyahu disebut menghubungi Trump dan menyetujui pembatalan rencana serangan ke Beirut.
Namun demikian, seluruh klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih, keluarga Netanyahu, maupun pemerintah Israel terkait laporan tersebut.
Baca Juga: AS Usulkan Tarif Baru untuk 60 Negara, Indonesia Termasuk
Laporan itu muncul di tengah kabar meningkatnya ketegangan hubungan antara Trump dan Netanyahu terkait operasi militer Israel di Lebanon.
Sebelumnya, media AS Axios yang mengutip sejumlah pejabat senior Gedung Putih melaporkan adanya percakapan bernada keras antara Trump dan Netanyahu melalui sambungan telepon pada Senin (1/6). Dalam percakapan itu, Trump disebut meluapkan kemarahannya atas jatuhnya korban sipil akibat serangan Israel di Lebanon.
“Anda benar-benar gila. Jika bukan karena saya, Anda pasti sudah dipenjara. Saya menyelamatkan Anda. Semua orang membenci Anda sekarang, dan semua orang membenci Israel karena tindakan Anda,” kata Trump kepada Netanyahu, seperti diungkapkan para pejabat senior Gedung Putih yang dikutip Axios.
Meski demikian, baik Gedung Putih maupun pihak Netanyahu belum memberikan konfirmasi resmi terkait isi percakapan yang dilaporkan tersebut.
