Menteri Pertanian Laporan ke Prabowo: Swasembada Beras Capai Target Tercepat, Stok Tertinggi Dalam Sejarah
Menteri Pertanian Amran Sulaiman melaporkan sejumlah capaian kinerja utama kepada Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus pada percepatan swasembada pangan khususnya beras.
Amran menyatakan bahwa target produksi yang semula direncanakan empat tahun telah berhasil dipercepat menjadi satu tahun. Amran mengungkapkan bahwa produksi beras nasional meningkat sebesar 4,17 juta ton berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Insyaallah, 2 minggu kemudian kita bisa umumkan Indonesia swasembada pangan dan tercepat mencapai swasembada pangan di tanggal 1 Januari,” kata Amran dikutip Selasa (16/12/2025).
Menteri Pertanian juga melaporkan bahwa stok beras pemerintah saat ini mencapai 3,7 juta ton. Amran menyatakan pencapaian ini sebagai level tertinggi sepanjang sejarah.
Baca Juga: Penangkapan Beras Impor Ilegal 40,4 Ton di Batam – Economix
Ia membandingkan dengan kondisi tahun 1984 saat Indonesia meraih penghargaan dari FAO dengan stok 3 juta ton, meski jumlah penduduk saat itu hanya 161 juta jiwa dibandingkan 286 juta jiwa saat ini.
Untuk mendukung pencapaian ini, Amran menerangkan implementasi kebijakan penurunan harga pupuk sebesar 20% bagi petani. Kebijakan ini disertai penambahan volume pupuk sebanyak 700.000 ton.
“Alhamdulillah sekarang sudah berjalan, sudah berjalan 2 bulan ini tidak menambah anggaran membebani Menteri Keuangan. Ini hanya merubah regulasi yang ada: Perpres, Peraturan Menteri Keuangan, dan Peraturan Menteri Pertanian,” jelasnya.
Amran mengonfirmasi bahwa Kementerian Pertanian baru saja menerima penghargaan dari Badan Pangan Dunia (FAO). Ia juga menyoroti dampak kebijakan Indonesia terhadap harga pangan global, menyebutkan bahwa harga beras dunia turun 42% dari US$650 menjadi US$340 per ton.
“Karena di mana harga pangan pada saat kita impor, harga pangan US$ 650 per ton, sekarang 340, turun 42% karena Indonesia importir beras terbesar, tapi sekarang tidak impor, sehingga harga pangan dunia turun 42%,” ungkapnya.
Baca Juga: 27.000 Ha Sawah di Sumatera Kebanjiran, Ini Kata Amran – Economix
