Negosiasi Nuklir Mandek, Iran Ancam Serang Pangkalan AS
Iran dan Amerika Serikat masih memiliki perbedaan pandangan terkait mekanisme pencabutan sanksi dalam perundingan pembatasan program nuklir Teheran.
Dikutip dari Reuters, kedua negara kembali membuka jalur negosiasi pada awal bulan ini dengan tujuan untuk meredakan ketegangan yang telah berlangsung lama. Langkah tersebut terjadi ketika AS meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah, sehingga memicu kekhawatiran konflik yang lebih luas. Iran pun memperingatkan akan menyerang pangkalan AS di kawasan itu, jika lebih dulu diserang.
“Putaran pembicaraan terakhir menunjukkan bahwa gagasan AS mengenai cakupan dan mekanisme pencabutan sanksi berbeda dari tuntutan Iran. Kedua belah pihak perlu mencapai jadwal yang logis untuk mencabut sanksi,” kata seorang pejabat senior Iran, dikutip dari Reuters, Minggu (22/2/2026).
Baca Juga : Trump Naikkan Tarif 15%, Perang Dagang Memanas
“Peta jalan ini harus masuk akal dan berdasarkan kepentingan bersama,” sambungnya.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, sebelumnya menyampaikan bahwa draf usulan balasan diperkirakan rampung dalam beberapa hari. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas.
Sinyal Kompromi Nuklir
Walau menolak tuntutan “pengayaan nol” dari Washington, Teheran memberi sinyal kesiapan untuk berkompromi dalam aktivitas nuklirnya. AS menilai pengayaan uranium di dalam negeri Iran berpotensi membuka jalan menuju senjata nuklir, tuduhan tersebut sebelumnya juga sudah dibantah Teheran.
AS juga mendorong Iran untuk melepas cadangan Highly Enriched Uranium (HEU). Badan nuklir di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, memperkirakan stok Iran telah melampaui 440 kilogram uranium dengan tingkat kemurnian 60%, mendekati level 90% yang dikategorikan sebagai kualitas senjata.
Seorang pejabat Iran menyebut, Teheran dapat mempertimbangkan kombinasi ekspor sebagian HEU, penurunan kadar kemurnian uranium, serta pembentukan konsorsium pengayaan regional, dengan syarat hak Iran atas “pengayaan nuklir secara damai” tetap diakui.
“Negosiasi terus berlanjut dan kemungkinan untuk mencapai kesepakatan sementara ada,” ujarnya.
Imbal Balik Ekonomi
Iran menilai jalur diplomasi berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi kedua pihak. Dalam paket pembahasan, Teheran disebut membuka peluang investasi bagi AS di sektor energi, khususnya minyak.
“Dalam paket ekonomi yang sedang dinegosiasikan, Amerika Serikat juga telah ditawari peluang untuk investasi serius dan kepentingan ekonomi nyata di industri minyak Iran,” kata pejabat tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan Iran tidak akan menyerahkan kendali atas sumber daya alamnya.
“Pada akhirnya, AS dapat menjadi mitra ekonomi bagi Iran, tidak lebih. Perusahaan-perusahaan Amerika selalu dapat berpartisipasi sebagai kontraktor di ladang minyak dan gas Iran,” pungkasnya.
Baca Juga : Eropa Peringatkan Warga Teheran untuk Evakuasi, Potensi Perang Iran-AS?

[…] Negosiasi Nuklir Mandek, Iran Ancam Serang Pangkalan AS […]
[…] Negosiasi Nuklir Mandek, Iran Ancam Serang Pangkalan AS […]