Sindir WNI Eks LPDP, Purbaya: 2046 Nyesel Ekonomi RI Baik
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, turut menanggapi polemik pernyataan kontroversial seorang WNI alumnus beasiswa negara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di media sosial.
Sebelumnya, akun @sasetyaningtyas menjadi sorotan publik setelah pernyataannya, “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan,” ramai diperbincangkan warganet.
“Temen-temen ada yang meledek, termasuk ada yang kemarin tuh, yang dibilang anaknya jangan warga negara Indonesia. Mungkin 20 tahun lagi dia akan nyesel, karena 20 tahun lagi ekonomi kita akan bagus banget,” ucap Purbaya dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta, Senin (23/2/2026).
Baca Juga : Negosiasi Nuklir Terancam Mandek, Iran Ancam Serang AS?
Pernyataan tersebut disampaikan saat kondisi ekonomi global dan domestik yang dipaparkan dalam laporan realisasi kinerja APBN hingga Januari 2026. Dalam paparannya, Purbaya menjelaskan bahwa perekonomian global masih tergolong resilien, meskipun diwarnai perkembangan terbaru berupa pembatalan tarif dagang resiprokal oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat yang sebelumnya ditetapkan Presiden Donald Trump.
Sementara itu, stabilitas ekonomi domestik dinilai tetap terjaga. Hal tersebut tercermin dari sejumlah indikator, seperti indeks keyakinan konsumen dan indeks manufaktur yang masih menunjukkan kondisi terkendali.
Di sisi lain, sebuah video diunggah oleh pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas yang kemudian viral. Dalam video tersebut diperlihatkan sebuah paket yang telah lama dinantikannya. Paket itu berisi surat dari Home Office Inggris yang menyatakan anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris, disertai paspor Inggris yang diterbitkan bersamaan.
“Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anakku, kita buka ya. Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi WN Inggris,” ujar Tyas sapaan akrabnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar anak-anaknya kelak memiliki kewarganegaraan asing. “I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ujarnya.
Dalam perkembangan terbaru, Tyas secara terbuka telah memohon maaf kepada masyarakat.
“Saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” tulisnya.\
\Melalui pernyataan resmi yang diunggahnya,ia menjelaskan bahwa kalimat tersebut lahir dari rasa kecewa, lelah, dan frustasi pribadi atas berbagai kondisi yang dialami sebagai warga negara.
Namun, ia menyadari bahwa penyampaian itu tidak tepat dan berpotensi melukai banyak pihak, terutama terkait identitas kebangsaan.
Dia pun mengakui kesalahannya dalam pemilihan kata dan menyampaikan permohonan maaf di ruangan publik.
“Apapun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya,” ujarnya, dalam unggahan di instagram.
Ia juga menegaskan bahwa kritik dan masukan dari masyarakat perlu dijadikan pembelajaran agar komunikasi di ruang publik dapat dilakukan dengan lebih bijak, jernih, dan empatik.
Baca Juga : Negara Arab Kecam Dubes AS atas Klaim Israel Berhak di Timur Tengah
Sebagai penutup pernyataannya, ia menegaskan komitmen dan rasa cintanya terhadap Tanah Air sekaligus mengajak masyarakat menjadikan momentum Ramadan sebagai waktu untuk refleksi dan perbaikan diri.
“Saya mencintai Indonesia, dengan segala harapan dan tantangannya, dan semoga saya tetap bisa terus berkontribusi untuk Indonesia hari ini dan di masa depan,” demikian bunyi pernyataan itu.
“Semoga di bulan suci Ramadan ini, kita bisa saling menata hati, memperbaiki diri, dan fokus menjalankan ibadah sepenuh hati. Terima kasih atas perhatian dan doa baiknya.”

[…] Sindir WNI Eks LPDP, Purbaya: 2046 Nyesel Ekonomi RI Baik […]
[…] Sindir WNI Eks LPDP, Purbaya: 2046 Nyesel Ekonomi RI Baik […]