PBB: Israel Bunuh Hampir 1.000 Warga Palestina Sejak Gencatan Senjata
Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, mengungkapkan bahwa hampir 1.000 warga Palestina telah terbunuh sejak gencatan senjata di Jalur Gaza diumumkan pada Oktober tahun lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan Turk saat berpidato dalam sesi ke-62 Dewan HAM PBB. Menurutnya, sebagian besar korban yang meninggal merupakan warga sipil, sebagaimana dilaporkan WAFA melalui Antara.
Turk menilai otoritas Israel terus mendorong warga Palestina ke wilayah yang semakin terbatas sambil membatasi distribusi bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza.
Baca Juga : Rusia Kirim Tembak Peringatan ke Kapal Inggris
Ia juga menyoroti situasi di Tepi Barat yang disebut semakin memburuk. Menurut Turk, pasukan Israel bersama para pemukim mempercepat penghancuran komunitas Palestina serta memperluas pencaplokan wilayah.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini pasukan Israel telah menewaskan 57 orang, melukai hampir 1.300 warga, menangkap ratusan orang, dan mengeluarkan 23 perintah penyitaan tanah.
“Sejumlah pejabat senior Israel terang-terangan berbicara soal pengusiran seluruh warga Palestina dari Gaza, dan penghapusan kemungkinan berdirinya negara Palestina yang layak. Semua ini sepenuhnya ilegal,” ujarnya.
Netanyahu Perintahkan Kuasai 70 Persen Gaza
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer negaranya untuk mengambil alih hingga 70 persen wilayah Jalur Gaza.
Langkah tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan dalam kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak Oktober 2025.
Netanyahu mengklaim pasukan Israel terus memperluas area yang mereka kuasai dan saat ini telah mengendalikan sebagian besar wilayah Gaza.
“Kami saat ini sedang menjepit Hamas. Kami sekarang mengendalikan 60 persen wilayah di Jalur Gaza,” ujar Netanyahu dalam konferensi yang digelar di permukiman Tepi Barat yang diduduki, sebagaimana ditayangkan Channel 12 pada Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan kesepakatan awal gencatan senjata, militer Israel seharusnya hanya menguasai sekitar 50 persen wilayah Gaza.
Namun demikian, Netanyahu mengaku tetap memerintahkan pasukannya untuk terus melanjutkan operasi militer dan memperluas penguasaan wilayah, sebagaimana dilaporkan AFP.
Baca Juga : FBI Bongkar Telah Gagalkan Rencana Serangan ke Gedung Putih saat UFC
“Arahan saya adalah bergerak hingga 70 persen. Kami menjepit mereka dari semua (sisi). Kami akan membereskan sisanya setelah itu,” kata Netanyahu.
Pernyataan tersebut memperkuat sikap yang sebelumnya telah disampaikan Netanyahu pada 15 Mei lalu, ketika ia pertama kali mengumumkan rencana perluasan operasi militer Israel secara bertahap di Jalur Gaza.
