Pentagon Sebut Iran Rugi Rp83 Triliun akibat Blokade AS
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) memperkirakan Iran kehilangan hampir 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 83 triliun akibat blokade militer AS di kawasan Teluk Oman.
Langkah tersebut dinilai memberikan tekanan besar terhadap pemerintah Teheran di tengah dinamika konflik yang masih berlangsung.
Pejabat Pentagon, Joel Valdez, menyatakan blokade berjalan sesuai target yang diinginkan Washington.
“Beroperasi dengan kekuatan penuh dan memberikan dampak yang menentukan seperti yang kami inginkan,” ujarnya.
“Kami memberikan pukulan telak terhadap kemampuan rezim Iran untuk mendanai terorisme dan destabilisasi regional,” lanjutnya.
Baca Juga: 5.000 Tentara Ditarik AS dari Jerman, Berlin Nilai Sudah Terduga
Blokade Picu Kerugian Besar
Blokade yang dimulai sejak 13 April 2026 disebut telah mengalihkan lebih dari 40 kapal yang membawa minyak dan barang lainnya.
Sebanyak 31 kapal tanker yang mengangkut sekitar 53 juta barel minyak Iran kini tertahan di Teluk, dengan nilai diperkirakan mencapai 4,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 83 triliun.
Dua kapal di antaranya juga dilaporkan telah disita oleh pihak AS.
Kondisi ini memaksa Iran menggunakan kapal tanker tua sebagai tempat penyimpanan terapung, lantaran kapasitas penyimpanan di darat sudah penuh.
“Beberapa kapal tanker mengambil rute yang lebih mahal dan panjang untuk mengirimkan minyak ke China karena takut akan blokade maritim AS,” kata para pejabat.
Baca Juga: Relasi dengan RI Disoroti Menhan Jepang, Nilai Komunikasinya Terbuka
Tekanan Ekonomi di Tengah Negosiasi
Blokade tersebut menjadi salah satu instrumen utama Presiden AS Donald Trump dalam menekan Iran di tengah proses negosiasi konflik.
Selama masa gencatan senjata, kedua negara saling menggunakan strategi tekanan ekonomi, termasuk melalui pembatasan jalur energi.
Iran sebelumnya membatasi akses di Selat Hormuz, yang berdampak pada terganggunya distribusi energi global.
Sebagai respons, AS memperketat blokade terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran.
Langkah ini disebut bertujuan memaksa Iran mencapai batas kapasitas penyimpanan minyak, sehingga berpotensi menghentikan produksi.
“Mereka mungkin masih butuh beberapa minggu, atau bahkan hingga satu bulan, sebelum kehabisan tempat penyimpanan,” kata analis Eurasia Group Gregory Brew.

[…] Pentagon Sebut Iran Rugi Rp83 Triliun akibat Blokade AS […]