Putin Bongkar Fakta Iran, Bantah Ada Bom Nuklir! Apa Tujuan Perang AS?
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menegaskan Moskow tidak menemukan bukti bahwa Iran sedang mengembangkan bom nuklir.
Pernyataan itu berbeda dengan klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut operasi militer gabungan AS dan Israel dilakukan untuk menghentikan ambisi nuklir Teheran.
Saat berbicara di sela parade Hari Kemenangan 9 Mei, Putin menyebut konflik antara Amerika Serikat dan Iran sebagai persoalan yang sangat kompleks. Ia mengatakan Rusia berupaya menjaga hubungan baik dengan Iran maupun negara-negara Teluk di tengah situasi yang terus memanas.
Baca Juga : Intelijen AS Sebut Mojtaba sedang Susun Strategi di Tengah Konflik
“Mengenai Iran dan Amerika Serikat, ini adalah konflik yang sangat rumit. Ini menempatkan kita pada posisi yang sulit karena kita memiliki hubungan baik dengan Iran dan dengan negara-negara Teluk. Kami menjaga kontak dengan kedua pihak. Saya berharap konflik ini akan segera berakhir. Saya percaya tidak ada yang tertarik untuk memperpanjangnya,” kata Putin.
Menurut Putin, Rusia masih membuka peluang kompromi untuk menyelesaikan konflik tersebut. Ia juga menyoroti kerja sama Rusia dan Iran dalam pengembangan energi nuklir damai, termasuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr.
Rusia Klaim Program Nuklir Iran untuk Energi Damai
Putin mengingatkan bahwa Rusia pernah berperan penting dalam kesepakatan nuklir Iran pada 2015. Saat itu, Moskow membantu membangun mekanisme pengawasan internasional terhadap aktivitas nuklir Teheran.
“Kami sudah pernah melakukannya pada tahun 2015. Dan saat itu Iran sepenuhnya dan bukan tanpa alasan mempercayai kami. Kami melanjutkan program nuklir di Iran; kami menyelesaikan pembangunan Bushehr. Pekerjaan kami di bidang atom damai tidak terpengaruh oleh situasi saat ini. Kami melakukannya pada tahun 2015, dan itu menjadi dasar untuk penandatanganan perjanjian di antara semua negara yang berkepentingan dan Iran. Itu memainkan peran yang sangat positif. Saya katakan sekali lagi bahwa kami siap untuk mengulangi hal itu,” kata Putin.
Ia menegaskan Rusia tidak pernah melihat bukti bahwa Iran berniat mempersenjatai program nuklirnya. Putin juga menawarkan kembali skema pengelolaan uranium Iran di bawah pengawasan internasional.
“Jika semua orang menyetujuinya, Iran dapat sepenuhnya yakin bahwa mereka akan mengekspor bahan-bahan ini ke negara sahabat yang telah bekerja sama dan akan terus bekerja sama dalam bidang atom damai, dan tidak berupaya untuk mempersenjatainya. Kami tidak pernah sekali pun mengatakan bahwa ada bukti tentang upaya Iran untuk memiliki senjata nuklir. Dan semua peserta lain, menurut saya, juga bisa tertarik,” imbuh orang nomor satu Rusia ini.
Rusia Tawarkan Pengawasan Uranium Iran
Putin menjelaskan Rusia masih siap membantu pengelolaan bahan nuklir Iran secara aman dan transparan melalui pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
“Tawaran kami masih tersedia,” kata Putin.
Baca Juga : Konflik AS-Iran Makin Panas, UEA Aktifkan Pertahanan Udara
“Pertama, kami bisa melihat berapa banyak uranium yang ada. Kedua, semuanya akan berada di bawah kendali IAEA. Dan ketiga, pekerjaan akan diorganisir di bawah pengawasan IAEA. Kami hanya ingin memberikan kontribusi yang mungkin. Jika ini tidak cocok untuk siapapun, maka biarlah,” imbuh dia.
Program nuklir Iran hingga kini masih menjadi salah satu isu utama dalam negosiasi antara Washington dan Teheran. Amerika Serikat menuntut pembatasan ketat terhadap pengayaan uranium Iran, sementara Teheran terus menegaskan program nuklirnya hanya untuk kepentingan energi damai.

[…] Putin Bongkar Fakta Iran, Bantah Ada Bom Nuklir! Apa Tujuan Perang AS? […]