Rusia Bantah Pernyataan Trump tentang Minyak di Venezuela
Aset minyak yang dikembangkan Rusia di Venezuela merupakan milik Rusia dan akan tetap beroperasi di negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan Moskow pada Selasa, menyusul klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Washington memiliki kendali atas negara Amerika Selatan itu.
Perusahaan Rusia, Roszarubezhneft, menegaskan seluruh asetnya di Venezuela adalah milik Rusia dan pihaknya akan terus memenuhi komitmen kepada para mitra internasional di negara tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita TASS.
Baca Juga : Penjualan Motor 2025 Nyaris Terjun Drastis, Daya Beli Menurun
Roszarubezhneft, yang berada di bawah kepemilikan unit Kementerian Pembangunan Ekonomi Rusia, dibentuk pada 2020. Tidak lama setelah berdiri, perusahaan ini mengambil alih kepemilikan aset Venezuela dari perusahaan minyak milik negara Rusia, Rosneft (ROSN.MM), setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap dua unit Rosneft karena aktivitas perdagangan minyak Venezuela.
Dalam pernyataannya, Roszarubezhneft menyebut seluruh asetnya di Venezuela merupakan “milik negara Rusia” dan keberadaannya sesuai dengan hukum Venezuela, hukum internasional, dan perjanjian bilateral antara kedua negara, sebagaimana dikutip TASS.
PUTIN BELUM SECARA PUBLIK MEMBERIKAN KOMENTAR TENTANG PENANGKAPAN MADURO
Trump secara terbuka menyampaikan ambisinya untuk menguasai cadangan minyak Venezuela yang sangat besar, dan terbesar di dunia bersama perusahaan-perusahaan minyak AS.
Pernyataan itu disampaikan setelah penangkapan dan pemenjaraan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang disebut Trump sebagai diktator dan pelaku perdagangan narkoba, yang bersekutu dengan musuh-musuh Washington.
Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan dirinya tidak bersalah.
Selain itu, Amerika Serikat juga telah menyita sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia yang dikaitkan dengan Venezuela, setelah melakukan pengejaran selama beberapa pekan.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, hingga kini belum memberikan pernyataan terbuka terkait operasi AS di Venezuela. Namun, Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak Trump untuk membebaskan Maduro dan menyerukan penyelesaian melalui dialog.
Rusia dan Venezuela diketahui memiliki hubungan erat yang telah terjalin lama, mencakup kerja sama di sektor energi, hubungan militer, serta komunikasi politik tingkat tinggi. Moskow juga secara konsisten memberikan dukungan diplomatik kepada Caracas.
Pada November lalu, Majelis Nasional Venezuela menyetujui perpanjangan kontrak selama 15 tahun untuk usaha patungan antara perusahaan minyak negara PDVSA dan unit Roszarubezhneft Rusia. Kerja sama ini mencakup pengelolaan dua ladang minyak di wilayah barat Venezuela.
Baca Juga : Kerugian Tembus Rp 135 Triliun, Amran Desak Hukuman Berat!

[…] Rusia Bantah Pernyataan Trump tentang Minyak di Venezuela […]
[…] Rusia Bantah Pernyataan Trump tentang Minyak di Venezuela […]