Setoran Negara Diprediksi Melesat, Purbaya Sebut RI Bakal Ketiban Durian Runtuh
Penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai pada tiga bulan pertama tahun 2026 tercatat mengalami penurunan. Hingga akhir Maret 2026, total setoran tercatat sebesar Rp67,9 triliun atau turun 12,6%, dibandingkan Maret 2025 yang mencapai Rp77,6 triliun.
Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa turunnya penerimaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa komponen utama. Setoran dari cukai tercatat menurun sebesar 11,2% menjadi Rp 51 triliun, sementara bea keluar merosot lebih dalam hingga 38,9% menjadi Rp5,4 triliun. Di sisi lain, bea masuk masih mencatat kenaikan tipis sebesar 0,9% menjadi Rp11,5 triliun.
Baca Juga : Harga BBM Dijamin Tidak Naik Hingga Akhir 2026
“Ini year on year jadi masih turun 12,6%,” kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Penurunan penerimaan cukai sebesar 11,2% disebabkan oleh berkurangnya produksi pada akhir tahun 2025 serta pemanfaatan fasilitas penundaan pembayaran cukai oleh pelaku usaha. Sementara itu, penurunan bea keluar yang cukup tajam terjadi akibat turunnya harga minyak kelapa sawit mentah atau CPO, sehingga tarif efektif bea keluar per ton juga ikut menurun.
Kenaikan Impor Dorong Bea Masuk Tetap Tumbuh
Berbeda dengan komponen lainnya, bea masuk mencatat kenaikan meski relatif kecil. Hal ini didorong oleh meningkatnya nilai impor, serta pengaruh nilai tukar dolar Amerika Serikat (US$). Selain itu, pemanfaatan fasilitas perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) dengan sejumlah negara mitra juga turut mempengaruhi dinamika penerimaan.
Purbaya menilai bahwa meskipun pada kuartal pertama 2026 penerimaan masih menurun, prospek ke depan diperkirakan akan membaik. Ia menyebut potensi peningkatan penerimaan didukung oleh kenaikan harga komoditas ekspor unggulan Indonesia yang terdorong oleh konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Baca Juga : Purbaya Sebut Anggaran Aman Meski BBM Tidak Naik!
“Untuk harga komoditas kan cenderung naik jadi incomenya juga akan naik di bulan-bulan mendatang. Yang jelas bea dan cukai pertumbuhannya amat baik artinya sinyalnya sudah ada untuk membaik ke depan,” paparnya.
Tren Bulanan Mulai Menunjukkan Sinyal Pemulihan
Sementara itu, Djaka Budhi Utama menyampaikan bahwa secara bulanan, tren penerimaan mulai menunjukkan perbaikan.
Ia menyebutkan bahwa penerimaan cukai secara bulanan telah meningkat sebesar 5,7%. Selain itu, penerimaan dari bea masuk juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,9%. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator awal bahwa penerimaan kepabeanan dan cukai berpotensi meningkat hingga akhir tahun 2026.
“Bahwa ke depannya akan terjadi peningkatan penerimaan ini bisa terlihat dari grafik di bea cukai,” kata Djaka.
