Siapa Saja Sekutu Iran? Ini Sikap Mereka Usai Serangan AS-Israel
Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus memanas di tengah rangkaian serangan yang berlangsung sejak akhir Februari 2026. Di tengah situasi tersebut, perhatian dunia tertuju pada sejumlah negara dan kelompok yang selama ini memiliki hubungan dekat dengan Iran.
Meski kerap disebut sebagai sekutu, tidak semua pihak tersebut terlibat langsung dalam konflik militer. Sebagian besar memilih jalur diplomatik, sementara lainnya bergerak melalui jaringan proksi.
Baca Juga: Ini Prediksi Bos BI soal Imbas Perang AS-Iran, Ekonomi Dunia Terancam
Sekutu Iran dan Sikapnya dalam Konflik
1. China
China diketahui memiliki hubungan kemitraan strategis dengan Iran, namun memilih untuk tidak terlibat langsung dalam konflik militer.
Pemerintah China mengecam serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel, tetapi tetap menahan diri dari pemberian dukungan militer.
“China menyerukan penghentian segera operasi militer untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan hilangnya kendali atas konflik,” ujar Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, kepada Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar, dikutip dari Al Jazeera.
Sikap ini mencerminkan pendekatan China yang lebih mengutamakan stabilitas global dan kepentingan ekonomi dibanding keterlibatan militer langsung.
2. Rusia
Rusia juga menunjukkan sikap tegas terhadap konflik ini. Presiden Vladimir Putin mengecam kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang terjadi di awal perang.
Selain itu, Rusia menuduh Amerika Serikat menggunakan ancaman Iran sebagai dalih untuk menggulingkan pemerintahan negara tersebut.
“Tidak diragukan lagi bahwa ancaman Iran yang imajiner dan dibuat-buat… hanyalah dalih untuk pelaksanaan rencana yang telah lama diidam-idamkan untuk menggulingkan tatanan konstitusional negara berdaulat secara kekerasan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, dikutip dari The Straits Times.
Di sisi lain, Rusia juga berupaya mengambil peran sebagai mediator dengan menjalin komunikasi dengan para pemimpin negara Timur Tengah.
3. Suriah
Iran dan Suriah telah lama menjalin hubungan strategis, terutama selama konflik perang saudara Suriah.
Namun, perubahan politik di Suriah setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada 2024 membuat hubungan tersebut mengalami pergeseran.
Dalam konflik saat ini, Suriah cenderung mengambil posisi hati-hati dan tidak secara terbuka mendukung atau mengecam salah satu pihak, melainkan fokus pada dampak konflik terhadap wilayahnya sendiri.
4. Irak
Irak menjadi salah satu negara yang paling terdampak langsung dalam konflik ini.
Selain memiliki hubungan erat dengan Iran, Irak juga menjadi lokasi serangan dari kedua belah pihak.
Kelompok milisi Syiah di Irak yang bersekutu dengan Iran turut terlibat dalam menyerang target Amerika Serikat, sementara serangan balasan juga terjadi di wilayah yang sama.
Situasi ini menjadikan Irak sebagai salah satu titik panas dalam konflik yang terus berkembang.
Baca Juga: Patriot Bonds Diserbu Investor, Ungkap Petinggi Danantara
5. Axis of Resistance
Selain negara, Iran juga didukung oleh jaringan kelompok yang dikenal sebagai Axis of Resistance.
Kelompok ini terdiri dari berbagai organisasi militan dan politik di kawasan, seperti Hezbollah di Lebanon, Houthi di Yaman, serta Hamas dan Islamic Jihad di Gaza.
Mereka mendapatkan dukungan dari Iran dalam bentuk finansial, logistik, hingga pelatihan militer, dan kerap terlibat dalam konflik melalui pendekatan perang proksi.
Keberadaan jaringan ini memperluas pengaruh Iran di kawasan tanpa harus mengerahkan kekuatan militer secara langsung dalam skala besar.

[…] Siapa Saja Sekutu Iran? Ini Sikap Mereka Usai Serangan AS-Israel […]