Survei Ungkap Sikap Warga Israel soal Iran, Pro atau Kontra?
Di tengah ketidakjelasan arah konflik di kawasan Timur Tengah, pandangan masyarakat di Israel menunjukkan sikap yang belum sepenuhnya sejalan dengan langkah diplomasi terbaru terkait Iran.
Hasil jajak pendapat nasional yang dilakukan oleh peneliti dari Hebrew University of Jerusalem, sebagaimana dilaporkan Reuters, pada Senin (13/4/2026) menunjukkan bahwa hampir dua pertiga warga Israel tidak mendukung kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.
Meski mayoritas responden menolak gencatan senjata, masyarakat tetap terbagi dalam menentukan langkah lanjutan. Perdebatan muncul antara pilihan mempertahankan jeda konflik selama dua pekan atau kembali melanjutkan operasi militer.
Baca Juga : Meski Sebelumnya Gagal, Negosiasi AS-Iran akan Dilanjut Kamis Pekan Ini!
Survei ini menjadi jajak pendapat nasional pertama yang digelar setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata pada pekan sebelumnya. Kesepakatan tersebut tercapai melalui mediasi Pakistan.
Namun, upaya memperluas kesepakatan damai gagal terwujud dalam perundingan lanjutan yang diselenggarakan di Islamabad pada akhir pekan lalu.
Di sisi lain, situasi keamanan di kawasan masih memanas. Konflik lain antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon juga belum menunjukkan tanda mereda.
Militer Israel dilaporkan terus melancarkan serangan udara di wilayah Lebanon yang menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil. Sebagai balasan, Hizbullah tetap meluncurkan roket ke sejumlah kota di wilayah utara Israel.
Dukungan terhadap Netanyahu Melemah di Tengah Ketegangan Politik
Dalam konteks konflik dengan Hizbullah, lebih dari 61 persen responden menilai bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak perlu diperluas hingga mencakup pertempuran melawan kelompok tersebut. Sikap ini bertentangan dengan tuntutan utama Iran dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.
Ketika responden diminta memilih langkah Israel terhadap Iran, hasil survei menunjukkan perbedaan pandangan yang cukup tajam. Sekitar 39 persen responden mendukung kelanjutan serangan militer, sementara 41 persen memilih untuk tetap mematuhi kesepakatan gencatan senjata. Adapun 19 persen responden menyatakan belum memiliki sikap pasti.
Survei tersebut dilakukan oleh tim peneliti dari Agam Labs di bawah naungan Hebrew University, dengan melibatkan sebanyak 1.312 responden di Israel pada periode 9 hingga 10 April 2026. Tingkat margin of error survei tercatat sebesar 3,2 persen.
Di tengah ketidakpastian masa depan gencatan senjata, Israel tampak mempersiapkan diri menghadapi konflik berkepanjangan di kawasan. Sejumlah pejabat Israel disebut menilai bahwa kelompok lawan mereka, baik di Iran, Lebanon, Gaza, maupun wilayah lain, tidak dapat sepenuhnya dihilangkan dalam waktu singkat.
Baca Juga : Stabilitas Gencatan Senjata Terancam, AS Mulai Blokade Laut Iran!
Pandangan publik terhadap efektivitas operasi militer Israel di Iran kini menjadi faktor penting dalam dinamika politik domestik. Kondisi ini turut mempengaruhi posisi Benjamin Netanyahu, yang dijadwalkan menghadapi pemilihan umum paling lambat pada Oktober mendatang.
Hasil survei yang sama menunjukkan adanya penurunan tingkat dukungan terhadap Netanyahu sejak konflik dengan Iran dimulai. Saat ini, hanya sekitar 34 persen warga Israel yang menyatakan memilihnya sebagai perdana menteri, turun dari 40 persen pada fase awal perang.
Temuan ini mencerminkan meningkatnya tekanan politik terhadap Netanyahu di tengah situasi keamanan yang masih belum stabil serta opini publik yang terus mengalami perubahan.

[…] Survei Ungkap Sikap Warga Israel soal Iran, Pro atau Kontra? […]