Trump Tegaskan Netanyahu Harus Terima Kesepakatan Nuklir AS-Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus menerima kesepakatan nuklir apa pun yang nantinya dicapai Washington dengan Teheran.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran setelah Teheran meluncurkan rudal balistik ke sejumlah wilayah Israel, yang disebut sebagai pelanggaran terbesar terhadap gencatan senjata yang disepakati pada awal April 2026.
Konflik terbaru dipicu oleh serangan Israel ke Beirut saat pertempuran dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran kembali memanas.
Baca Juga: Iran Diancam Netanyahu: Serangan Balasan Akan Lebih Besar
Trump Klaim Pegang Kendali Penuh Kebijakan Iran
Dalam wawancara dengan media Inggris Financial Times, Trump menegaskan bahwa dirinya memegang kendali penuh atas arah kebijakan luar negeri AS terkait Iran.
Ia juga menepis anggapan bahwa Israel memiliki pengaruh besar terhadap keputusan Washington dalam proses diplomasi dengan Teheran.
“Dia tidak akan punya pilihan,” ujar Trump.
“Saya yang memegang kendali. Saya memegang semua kendali. Dia tidak memegang kendali,” lanjutnya.
Trump menegaskan bahwa serangan rudal Iran ke Israel tidak akan mengubah arah perundingan yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.
“Itu tidak akan berdampak pada kesepakatan,” kata Trump kepada Financial Times.
“Kesepakatan itu mungkin berhasil karena nilainya sendiri, atau tidak, tetapi ini tidak akan berpengaruh apa-apa terhadapnya,” sambungnya.
Trump Isyaratkan Netanyahu Tak Membalas Iran
Sebelumnya, dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengindikasikan bahwa dirinya akan meminta Netanyahu untuk tidak melakukan serangan balasan terhadap Iran.
Laporan sejumlah media Israel dan Axios kemudian menyebut kedua pemimpin telah melakukan pembicaraan melalui telepon terkait perkembangan situasi tersebut.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Israel kembali melancarkan serangan ke sejumlah target di Lebanon meskipun beberapa kali gencatan senjata telah difasilitasi oleh Amerika Serikat.
Serangan terbaru Israel pada Minggu dilaporkan menyasar posisi Hizbullah di Beirut dan memicu respons Iran berupa peluncuran rudal balistik ke wilayah Israel.
Baca Juga: Netanyahu Dihimpit Tekanan, Perang Iran Jadi Bumerang
Diplomasi Tetap Diutamakan, Opsi Militer Masih Terbuka
Meski terus mendorong jalur diplomasi, Trump menegaskan bahwa AS tetap menyiapkan berbagai opsi apabila perundingan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.
Menurut dia, Washington dapat mempertimbangkan tindakan militer maupun memperketat tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Trump bahkan menilai kebijakan blokade ekonomi selama ini memberikan dampak yang lebih besar terhadap Iran dibandingkan operasi militer.
“Itu berarti kemungkinan kami akan masuk dan membereskan sisa wilayah yang belum kami tangani secara militer,” tambah Trump.
