Perang Iran Jadi Bumerang, Netanyahu Dihimpit Tekanan
Perang yang selama bertahun-tahun didorong oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kini dinilai justru menghadirkan tantangan baru bagi Israel. Serangan terhadap Iran yang diharapkan mampu menghilangkan ancaman dari Teheran disebut belum mencapai tujuan yang diinginkan.
Sejumlah pengamat menilai pemerintah Iran masih mampu bertahan, sementara kelompok-kelompok sekutunya tetap aktif melakukan perlawanan. Kondisi tersebut membuat strategi militer Israel menghadapi ujian yang semakin kompleks.
Ambisi Netanyahu yang Tidak Berjalan Sesuai Rencana
Selama lebih dari tiga dekade, Netanyahu berulang kali menyebut Iran sebagai ancaman eksistensial bagi Israel. Pada Februari lalu, Israel melancarkan operasi militer besar yang juga mendapat dukungan dari Amerika Serikat.
Baca Juga : Iran Ungkap Alasan Tembakkan Rudal ke Israel
Menurut berbagai laporan, Netanyahu meyakini bahwa tekanan militer terhadap Iran dapat melemahkan bahkan mendorong perubahan rezim di negara tersebut. Namun, perkembangan di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda.
Pemerintahan Iran tetap bertahan dan masih memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan balasan terhadap Israel, termasuk melalui serangan rudal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Trump dan Netanyahu Mulai Berbeda Sikap
Di tengah meningkatnya konflik, hubungan antara Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menghadapi dinamika baru.
Trump berupaya mencegah konflik meluas dan menegaskan bahwa keputusan strategis Amerika Serikat berada di tangannya.
“Saya yang membuat semua keputusan. Dia tidak membuat keputusan,” kata Trump merujuk kepada Netanyahu.
Pernyataan tersebut dianggap sebagai sinyal bahwa Washington tidak selalu sejalan dengan pendekatan militer yang ditempuh pemerintah Israel.
Netanyahu Hadapi Dilema Politik dan Militer
Situasi ini menempatkan Netanyahu dalam posisi yang sulit. Jika menghentikan operasi terhadap Iran maupun Hezbollah, ia berisiko dianggap lemah oleh sebagian publik Israel.
Sebaliknya, jika terus memperluas operasi militer tanpa mempertimbangkan sikap Amerika Serikat, hubungan strategis Israel dengan sekutu utamanya itu bisa terganggu.
Meski Israel kerap menegaskan kemandiriannya dalam urusan pertahanan, negara tersebut masih sangat bergantung pada dukungan militer Amerika Serikat, termasuk pasokan senjata dan sistem pertahanan udara.
Konflik Lebanon Menambah Tekanan
Selain menghadapi Iran, Israel juga masih terlibat konflik dengan Hizbullah di Lebanon. Netanyahu menilai Israel harus tetap memiliki kebebasan untuk menyerang kelompok tersebut demi menjaga keamanan wilayah utara negaranya.
Namun, konflik tersebut juga memicu dampak kemanusiaan yang besar. Jutaan warga di kedua sisi perbatasan terdampak oleh eskalasi yang berlangsung selama berbulan-bulan.
Laporan menyebut Trump bahkan telah meminta Netanyahu untuk mengurangi intensitas operasi militer Israel di Lebanon guna mencegah perluasan konflik regional.
Klaim Kemenangan Mulai Dipertanyakan
Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Netanyahu menyatakan Israel berada di jalur kemenangan. Ia pernah mengklaim telah menghancurkan kemampuan militer Hamas, melumpuhkan Hizbullah, dan merusak program rudal serta nuklir Iran.
Namun, sejumlah pihak mempertanyakan klaim tersebut. Hamas masih bertahan di Gaza, Hizbullah tetap menjadi kekuatan penting di Lebanon, dan Iran masih mampu meluncurkan rudal maupun drone ke wilayah Israel.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas strategi militer Israel selama hampir tiga tahun konflik berlangsung sejak pecahnya perang pada Oktober 2023.
Baca Juga : Isu Reshuffle Kabinet, Istana Sebut Tak Ada!
Meski ketegangan sempat mereda setelah seruan gencatan senjata, situasi di Timur Tengah masih jauh dari stabil. Konflik yang melibatkan Iran, Israel, Hizbullah, Hamas, dan berbagai aktor regional lainnya menunjukkan bahwa penyelesaian permanen masih sulit dicapai.
Bagi Netanyahu, tantangan ke depan bukan hanya menghadapi ancaman dari luar, tetapi juga menjaga dukungan domestik dan hubungan dengan Amerika Serikat di tengah tekanan politik serta militer yang terus meningkat.

[…] Perang Iran Jadi Bumerang, Netanyahu Dihimpit Tekanan […]