Xi Jinping Temui Trump di Gedung Putih, AS-China Cari Jalan Damai?
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan menjamu Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih pada September 2026. Pertemuan tersebut menjadi sorotan karena berlangsung ketika hubungan kedua negara masih diwarnai persaingan ekonomi, geopolitik, hingga isu perang Iran.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai peluang tercapainya kesepakatan besar antara Washington dan Beijing masih terbatas. Pertemuan ini diperkirakan lebih bertujuan untuk menjaga stabilitas hubungan kedua negara dibandingkan menghasilkan terobosan diplomatik.
Isu Iran diperkirakan turut masuk dalam pembahasan setelah Washington berencana memperluas sanksi terhadap pihak-pihak yang membantu perekonomian Teheran. Kebijakan tersebut berpotensi menargetkan China yang menjadi salah satu mitra dagang utama Iran.
Baca Juga: Kepala SPPG Diminta BGN Talang Angin Dipecat usai Keracunan
Namun, pengamat menilai isu Timur Tengah kemungkinan hanya menjadi bagian kecil dari pembicaraan. Kedua negara dinilai lebih fokus menjaga gencatan senjata perdagangan yang telah tercapai agar tidak kembali memicu konflik ekonomi.
Direktur Senior untuk China di Foundation for Defense of Democracies, Craig Singleton, mengatakan ekspektasi terhadap pertemuan tersebut tidak terlalu tinggi.
“Hubungan ini semakin menghasilkan transaksi tanpa kepercayaan dan stabilitas tanpa penyelesaian. Ini adalah pertemuan puncak ekspektasi rendah yang sebagian besar difokuskan pada pengelolaan kebuntuan daripada menyelesaikannya,” ujar Singleton.
Meski China belum secara resmi mengonfirmasi rencana kunjungan Xi ke Washington pada 24 September mendatang, tanda-tanda perbedaan pandangan kedua negara sudah terlihat.
Dalam pertemuan menteri keuangan G20 di North Carolina, China menjadi satu-satunya negara yang menolak pernyataan bersama terkait perdagangan dan konflik Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut Washington dan Beijing memiliki sejumlah kesamaan pandangan terkait Iran. Namun, ia menilai China tetap memiliki tanggung jawab untuk ikut mencari solusi atas situasi tersebut.
Baca Juga: Cara Pantau Likuiditas Diubah Purbaya, Kini Gunakan Base Money
Agenda Ekonomi hingga Ancaman Sanksi Iran Jadi Perhatian
Gedung Putih disebut tengah menyiapkan jamuan makan malam kenegaraan untuk menyambut kedatangan Xi Jinping. Juru bicara Gedung Putih Olivia Wales mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk membahas sejumlah kerja sama strategis antara kedua negara.
“Presiden Trump memiliki hubungan yang kuat dengan Presiden Xi dan melakukan kunjungan yang luar biasa ke Beijing pada bulan Mei, di mana ia mengamankan perjanjian penting yang akan mendorong pekerjaan bergaji tinggi dan membuka pasar baru untuk barang-barang Amerika. Presiden Trump menantikan kunjungan bersejarah Presiden Xi ke Gedung Putih pada bulan September dan akan selalu memajukan kepentingan Amerika,” kata Wales.
Selain isu perdagangan dan geopolitik, teknologi kecerdasan buatan (AI) juga diperkirakan menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan tersebut.
Meski begitu, konflik Iran menjadi salah satu isu yang dapat menguji hubungan Washington dan Beijing. Ancaman AS untuk menjatuhkan sanksi terhadap negara atau perusahaan yang membantu Iran berpotensi menyeret China, mengingat Beijing merupakan salah satu pembeli utama minyak Iran.
Associate Professor Ilmu Politik Christopher Newport University, Taiyi Sun, menilai kondisi tersebut menciptakan dilema bagi pemerintah AS.
“Setiap pilihan yang lebih kuat menciptakan masalah China. Negara dengan potensi pengaruh ekonomi terbesar atas Teheran juga merupakan negara yang paling tidak mampu diasingkan oleh Washington sebelum pertemuan puncak bulan September,” ujar Sun.
Menurutnya, Washington kemungkinan akan berhati-hati dalam menerapkan tekanan ekonomi terhadap China karena langkah agresif dapat mengganggu hubungan perdagangan kedua negara.
Singleton juga memperkirakan isu Iran tidak akan menjadi fokus utama dalam pertemuan Trump dan Xi.
“Iran mungkin muncul, tetapi saya memperkirakan hal itu hanya akan menempati sebagian kecil dari percakapan. Ambang batas bagi Departemen Keuangan untuk mengambil tindakan besar terhadap bank China menjelang pertemuan puncak sangat tinggi,” pungkasnya.

[…] Xi Jinping Temui Trump di Gedung Putih, AS-China Cari Jalan Damai? […]