25.000 Warga Spanyol Demo, Tuntut Jaminan Dana Pensiun
Sebanyak 25.000 orang memadati jalanan pusat Kota Madrid, Spanyol, pada Sabtu (24/10/2026). Mereka menggelar demonstrasi untuk mendesak pemerintah menjamin keberlangsungan sistem pensiun nasional di tengah meningkatnya biaya hidup dan menjelang pemilihan parlemen pada 29 November 2026.
Mengutip AFP, massa menggelar aksi damai dengan berjalan dari Stasiun Atocha menuju Gran Via, kawasan perbelanjaan utama di Madrid. Aksi tersebut menarik perhatian sejumlah wisatawan yang berada di sekitar lokasi. Para demonstran membawa berbagai spanduk, termasuk yang bertuliskan “Lindungi dan jamin pensiun kami”.
Otoritas Madrid memperkirakan jumlah peserta demonstrasi mencapai sekitar 25.000 orang. Aksi ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap masa depan jaminan sosial, khususnya kepastian penerimaan dana pensiun setelah mereka tidak lagi bekerja.
Warga Khawatir Kehilangan Jaminan Pensiun
Salah satu peserta aksi, Juan Fernandez, berusia 38 tahun, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keberlanjutan sistem pensiun di Spanyol. Pegawai negeri yang berasal dari Sevilla, wilayah selatan negara tersebut, itu mengaku ragu apakah dirinya masih akan memperoleh dana pensiun ketika memasuki usia pensiun kelak.
Baca Juga : AS Kurangi Personel Kedutaan, Waspadai Serangan Iran
Fernandez juga menolak gagasan privatisasi sistem pensiun karena menilai langkah tersebut dapat membuat penerimaan masyarakat bergantung pada kondisi pasar keuangan.
“Nilai dari bagian yang diprivatisasi akan bergantung pada harga pasar saham. Akan ada pihak yang diuntungkan dan ada yang dirugikan,” kata Fernandez kepada AFP.
Kekhawatiran serupa disampaikan Pilar, perempuan berusia 64 tahun yang sebentar lagi memasuki masa pensiun. Ia memilih untuk tidak menyebutkan nama belakangnya dan menegaskan bahwa jaminan pensiun harus tetap dilindungi.
“Pensiun adalah sesuatu yang sakral dan tidak boleh diganggu gugat,” ujar Pilar.
Ia turut menyoroti kecenderungan privatisasi layanan publik dan menilai fasilitas yang menjadi kebutuhan masyarakat luas perlu dipertahankan. Pilar juga mengapresiasi berbagai demonstrasi yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir untuk memprotes tingginya biaya perumahan serta terbatasnya perlindungan bagi penyewa.
“Menurut saya, krisis perumahan telah menyadarkan kaum muda,” katanya.
Pilar kemudian mengajak masyarakat untuk terus memperjuangkan hak-hak sosial yang telah diperoleh, termasuk jaminan pensiun dan akses terhadap layanan dasar.
“Kita harus mempertahankan semua yang telah kita perjuangkan, bukan hanya pensiun, tetapi juga layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.
Dana Pensiun Menjadi Isu Politik Menjelang Pemilu
Keberlanjutan sistem pensiun turut menjadi salah satu topik utama dalam perdebatan politik menjelang pemilihan parlemen Spanyol. Perdana Menteri Pedro Sanchez dari Partai Sosialis menuduh kelompok politik kanan berupaya melemahkan kebijakan penyesuaian dana pensiun berdasarkan tingkat inflasi.
Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada 2022 untuk menjaga nilai manfaat pensiun agar mengikuti perubahan harga barang dan jasa.
Sanchez menyoroti sikap Partai Rakyat atau Partido Popular (PP), kelompok oposisi berhaluan kanan, yang sebelumnya menolak undang-undang mengenai mekanisme penyesuaian tersebut.
Perdebatan semakin memanas setelah Ester Munoz, anggota parlemen dari PP, memperingatkan pada awal Oktober bahwa sistem pensiun Spanyol berisiko “runtuh”. Ia menyerukan adanya perubahan terhadap sistem yang berlaku saat ini. Pernyataan tersebut kemudian mendapat kritik dari pemerintah.
Di sisi lain, pemimpin PP Alberto Nunez Feijoo menyatakan bahwa partainya tetap berkomitmen menaikkan dana pensiun setiap tahun sesuai inflasi apabila memenangkan pemilu pada 29 November 2026.
Feijoo menyampaikan janji tersebut pada Senin (19/10/2026). Ia menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian pensiun berdasarkan inflasi akan tetap dijalankan apabila dirinya terpilih sebagai perdana menteri.
Baca Juga : Presiden Iran Akui Rakyat Teheran Kesulitan Membeli Makanan
Perbedaan pandangan antara pemerintah dan oposisi membuat persoalan jaminan pensiun semakin mendapat perhatian menjelang pemungutan suara. Bagi masyarakat, perdebatan ini berkaitan langsung dengan kepastian pendapatan pada masa tua dan kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebanyak 6,8 Juta Warga Spanyol Menerima Pensiun
Sistem pensiun nasional Spanyol saat ini memberikan manfaat kepada sekitar 6,8 juta orang. Program tersebut menjadi salah satu bentuk perlindungan sosial yang menopang kehidupan masyarakat setelah memasuki masa pensiun.
Berdasarkan data Kementerian Jaminan Sosial Spanyol, rata-rata dana pensiun yang dibayarkan hingga September 2026 mencapai 1.576 euro atau sekitar Rp32 juta per bulan.
Besarnya jumlah penerima manfaat dan pentingnya dana pensiun bagi kehidupan masyarakat membuat keberlanjutan sistem tersebut menjadi perhatian publik. Melalui demonstrasi di Madrid, warga mendesak pemerintah dan para politisi untuk memastikan bahwa hak pensiun tetap terjamin di tengah tekanan ekonomi serta persaingan politik menjelang pemilu.
