Blackout Batam, Bahlil dan PLN Ungkap Dugaan Penyebabnya
Pemadaman listrik total atau blackout melanda Batam serta sebagian wilayah Bintan dan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, sejak Senin (12/10/2026) hingga Selasa (13/10/2026).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemadaman tersebut dipicu gangguan teknis pada jaringan listrik.
Menurut Bahlil, laporan awal dari PT PLN (Persero) menyebut gangguan terjadi akibat sambaran petir dan faktor lain, termasuk hewan liar yang mengenai jaringan.
Sementara itu, PLN masih menelusuri penyebab pasti pemadaman dan melakukan pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak.
Baca Juga: Iran Siapkan Perang Baru, AS Kerahkan Kapal Induk
Bahlil Sebut Gangguan Petir hingga Kelelawar
Bahlil menjelaskan, terdapat beberapa persoalan teknis yang menyebabkan gangguan jaringan listrik di Batam.
“Iya, ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam. Ada beberapa jaringan yang mengalami gangguan karena tersambar petir dan, menurut mereka, ada kesalahan teknis,” ujar Bahlil.
Ia menambahkan, salah satu faktor yang dilaporkan PLN berkaitan dengan hewan liar yang mengenai jaringan listrik.
“Penyebab teknisnya ada tiga, salah satu di antaranya karena ada hewan seperti kelelawar yang mengenai jaringan,” tambahnya.
Meski demikian, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti pemadaman total tersebut.
“Sedang kami telusuri secara saksama. Kami tidak menutup kemungkinan atas berbagai penyebab dan akan melihat bagian mana yang harus kita tingkatkan,” tuturnya.
Suroso menyebut gangguan pada salah satu transformator secara umum menjadi pemicu utama pemadaman di Batam.
Karena itu, PLN akan mengevaluasi pemeliharaan fasilitas kelistrikan untuk mendukung kebutuhan listrik yang terus meningkat, termasuk di Batam.
Baca Juga: Iran Eksekusi Pria yang Dituduh Jadi Agen Israel-AS
Listrik Batam Pulih, Kompensasi Masih Dikaji
Suroso menyampaikan, pasokan listrik di Batam telah pulih sepenuhnya atau mencapai 100 persen.
Sementara itu, pemulihan pasokan listrik di Bintan dan wilayah sekitarnya masih dilakukan secara bertahap dan ditargetkan segera selesai.
Terkait kemungkinan kompensasi bagi pelanggan terdampak, Bahlil mengatakan dirinya akan membahas persoalan tersebut terlebih dahulu bersama manajemen PLN.
“Saya akan bicarakan terlebih dahulu dengan pihak PLN, karena PLN yang paling memahami teknis implementasinya di lapangan,” kata Bahlil.
Suroso menjelaskan, kompensasi dapat diberikan sesuai ketentuan yang berlaku apabila durasi pemadaman melampaui batas waktu yang ditetapkan.
“Sesuai dengan peraturan yang berlaku, jika durasi pemadaman melebihi batas jam tertentu, ada mekanisme kompensasinya. Namun saat ini, prioritas utama kami adalah memulihkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Suroso.
Ia menegaskan, PLN akan mengevaluasi kemungkinan kompensasi setelah proses pemulihan selesai.
“Kami akan meninjau hal tersebut setelah pemulihan selesai. Saat ini fokus kami masih pada penanganan dampak pemadaman yang terjadi sejak kemarin,” pungkasnya.
