AS Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Ada Apa?
Penarikan pasukan Amerika Serikat dari fasilitas militer yang berada di wilayah federal Irak telah diselesaikan pada Minggu (18/1).
Kementerian Pertahanan Irak, menyatakan bahwa unit terakhir militer AS telah meninggalkan Pangkalan Udara Al-Asad di Provinsi Anbar, Irak barat, yang selama lebih dari 20 tahun menjadi salah satu basis utama pasukan Amerika.
Jumlah personel militer AS di Irak memang telah dikurangi secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir, seiring permintaan resmi pemerintah Irak pada 2023 agar kehadiran pasukan asing dikurangi.
Baca Juga : Balasan Xi Jinping ke Amerika, Trump Terpojok?
Selain itu, koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat yang dibentuk untuk memerangi kelompok teroris ISIS juga telah menarik diri dari markas Komando Operasi Gabungan. Dengan langkah tersebut, fasilitas militer itu kini sepenuhnya berada di bawah kendali pasukan keamanan Irak.
Dikutip dari CNN, kehadiran militer AS di Irak meningkat tajam sejak invasi pada 2003. Pada masa puncaknya, Amerika Serikat menempatkan hingga 170.000 personel di negara tersebut.
Penarikan besar-besaran sempat dilakukan pada 2011 di era Presiden Barack Obama. Namun, pada 2014, sekitar 5.000 tentara AS kembali dikerahkan atas permintaan pemerintah Irak untuk membantu operasi melawan ISIS.
Sejak Desember 2021, setelah Washington mengumumkan berakhirnya peran tempur di Irak, jumlah pasukan AS di negara itu tersisa sekitar 2.500 personel yang bertugas dalam kapasitas penasihat dan pendukung.
Penarikan pasukan terbaru ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, terutama antara Amerika Serikat dan Iran.
Situasi tersebut memanas saat Presiden Donald Trump mempertimbangkan opsi serangan terhadap Iran, menyusul gelombang demonstrasi mematikan yang terjadi sejak akhir Desember.
Selama bertahun-tahun, Pangkalan Udara Al-Asad kerap menjadi sasaran serangan oleh Iran maupun kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Tehran.
Pada Januari 2020, Iran pernah meluncurkan serangan rudal balistik ke pangkalan tersebut sebagai respons atas serangan drone AS di Baghdad yang menewaskan Komandan Pasukan Quds Iran, Qasem Soleimani.
Hingga kini, militer AS masih mempertahankan kehadirannya di Pangkalan Udara Harir di Provinsi Erbil, wilayah Kurdistan Irak.
Wilayah Kurdistan sendiri tidak sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah pusat Irak. Kawasan di Irak utara itu merupakan entitas federal otonom yang memiliki pemerintahan, parlemen, serta pasukan keamanannya sendiri sebagaimana diatur dalam konstitusi Irak.
Baca Juga : Hubungi Orang “Kuat” di Venezuela, Apa yang Dilakukan Trump?

[…] AS Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Ada Apa? […]
[…] AS Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Ada Apa? […]