Tolak Proposal Gencatan Senjata 45 Hari, Iran Siap Lanjutkan Perang Panjang
Iran menolak proposal gencatan senjata dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung lebih dari sebulan.
Keputusan tersebut disampaikan melalui Pakistan sebagai mediator, sebagaimana dilaporkan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, pada Senin (4/6/2026).
“Iran telah menyampaikan kepada Pakistan responsnya terhadap proposal Amerika untuk mengakhiri perang,” tulis IRNA, tanpa merinci isi tawaran dari pihak AS.
Baca Juga: Ini Nasib Harga BBM Non Subsidi menurut Airlangga
Dalam respons yang dituangkan dalam 10 poin, Teheran secara tegas menolak opsi penghentian sementara pertempuran.
“Iran telah menolak gencatan senjata dan menegaskan perlunya mengakhiri konflik secara definitif,” lanjut laporan tersebut.
Iran hanya ingin akhir perang permanen
Penolakan itu ditegaskan pejabat diplomatik Iran yang menyebut gencatan senjata tidak cukup untuk mengakhiri konflik.
Mojtaba Ferdousi Pour, kepala misi diplomatik Iran di Kairo, menegaskan negaranya hanya menerima penyelesaian permanen.
“Kami tidak akan hanya menerima gencatan senjata,” ujarnya.
“Kami hanya menerima berakhirnya perang dengan jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi,” tegasnya.
Sikap Iran muncul di tengah ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memperingatkan akan menyerang infrastruktur vital Iran jika akses pelayaran di Selat Hormuz tidak dibuka.
Baca Juga: Jalur Strategis Perdagangan selain Hormuz Diancam Tutup oleh Iran
Perang yang telah berlangsung selama 38 hari ini dipicu oleh serangan AS dan Israel, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan rudal ke sejumlah target di kawasan Timur Tengah.
Selain menolak gencatan senjata, Iran juga mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk penghentian konflik di kawasan, penyusunan protokol keamanan pelayaran di Selat Hormuz, rekonstruksi, serta pencabutan sanksi.
