AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 2 Minggu, Ini 12 Fakta Terbarunya
Perkembangan terbaru terjadi dalam konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kedua negara dilaporkan menyetujui penghentian sementara aksi militer atau gencatan senjata, sebagaimana diumumkan Presiden AS, Donald Trump, pada Selasa malam waktu Washington.
Trump menyatakan bahwa serangan terhadap Iran akan dihentikan selama dua minggu sebagai bagian dari kesepakatan bersama. Ia menegaskan bahwa penghentian ini bersifat timbal balik antara kedua pihak.
Dilansir dari CNBC Indonesia, berikut sejumlah fakta penting terkait kesepakatan tersebut yang dirangkum hingga Rabu, 8 April 2026.
1.Pernyataan Lengkap Trump
Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa dirinya menyetujui penghentian serangan terhadap Iran selama dua minggu. Namun, keputusan itu diberikan dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz secara penuh dan aman.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah AS menerima proposal berisi 10 poin dari Iran sebagai dasar pembicaraan lanjutan.
Baca Juga : Ini Respons Israel Terkait Gencatan Senjata AS dan Iran!
“Dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN LENGKAP, SEGERA, dan AMAN Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump di laman media sosialnya Truth Social.
“Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua sisi!” Tambahnya.
“Alasan kami melakukan hal itu adalah karena kami telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, dan telah mencapai kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah,” ujarnya lagi.
“Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi.”
2.Pernyataan Resmi Gedung Putih
Gedung Putih turut merilis pernyataan resmi yang menguatkan keputusan tersebut melalui siaran pers resmi pemerintah AS.
Dalam pernyataan tersebut dijelaskan bahwa keputusan penangguhan serangan dilakukan setelah adanya komunikasi dengan pihak Pakistan.
“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, dari Pakistan, dan di mana mereka meminta agar saya menahan kekuatan destruktif yang dikirim malam ini ke Iran, dan tunduk pada persetujuan Republik Islam Iran untuk pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu.”
Ia juga menegaskan bahwa penghentian sementara ini akan menjadi bentuk gencatan senjata dua arah. Keputusan tersebut, menurutnya, diambil karena Amerika Serikat menilai telah mencapai bahkan melampaui target militer yang ditetapkan, serta telah berada pada tahap lanjutan menuju kesepakatan perdamaian jangka panjang dengan Iran dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
“Ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi! Alasan untuk melakukan hal tersebut adalah karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, dan sudah berada sangat jauh menuju kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah.”
Selain itu, pemerintah Amerika Serikat mengkonfirmasi telah menerima proposal berisi 10 poin dari Iran yang dinilai dapat dijadikan dasar dalam proses negosiasi. Disebutkan pula bahwa sebagian besar persoalan yang sebelumnya menjadi sumber konflik telah mencapai titik kesepakatan, sementara periode dua minggu penghentian serangan dimaksudkan untuk memfinalisasi dan menyempurnakan kesepakatan tersebut.
Dalam pernyataan itu, Trump juga menyampaikan bahwa sebagai Presiden Amerika Serikat dan mewakili sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, ia merasa terhormat dapat membawa konflik yang telah berlangsung lama ini semakin mendekati penyelesaian.
3. Pakistan Berperan sebagai Penengah
Pakistan dilaporkan memainkan peran penting dalam proses mediasi antara kedua pihak. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata telah disetujui oleh berbagai pihak terkait.
“Saya senang mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu mereka, telah menyetujui gencatan senjata segera di mana-mana termasuk Lebanon dan tempat lain, BERLAKU SEGERA,” tulis Sharif di X, Rabu.
“Kami sangat berharap bahwa ‘Perundingan Islamabad’ berhasil mencapai perdamaian berkelanjutan dan ingin berbagi lebih banyak kabar baik dalam beberapa hari mendatang,” katanya.
4. Respons Iran terhadap Gencatan Senjata
Pihak Iran menyambut kesepakatan ini dengan mendorong pembukaan jalur dialog yang lebih serius antara kedua negara.
“Menyerukan untuk membangun langkah positif ini dengan meluncurkan jalur dialog serius dan berkelanjutan yang membahas akar penyebab perselisihan dan memperkuat kepercayaan bersama,” demikian unggahan mereka di X.
Baca Juga : Netanyahu Dikabarkan Hasut Trump Lanjutkan Perang Iran, Apa Alasannya?
5. Negosiasi di Islamabad Dimulai 10 April 2026
Iran menyampaikan bahwa pembicaraan resmi antara kedua negara akan dimulai di Islamabad, Pakistan, pada Jumat, 10 April 2026.
Negosiasi direncanakan berlangsung selama dua minggu, dengan kemungkinan perpanjangan waktu apabila seluruh pihak sepakat.
“Negosiasi yang sedang berlangsung adalah negosiasi nasional dan kelanjutan dari negosiasi di lapangan, dan sangat penting bagi seluruh rakyat, elit, dan kelompok politik untuk mempercayai dan mendukung proses ini, yang berada di bawah pengawasan para pemimpin revolusioner dan tingkat tertinggi sistem, serta untuk secara tegas menghindari pernyataan-pernyataan yang memecah belah,” tegas lembaga itu dimuat Al-Jazeera.
“Jika penyerahan musuh di lapangan menjadi pencapaian politik yang menentukan dalam negosiasi, kita akan merayakan kemenangan bersejarah yang besar ini bersama-sama, jika tidak, kita akan berjuang berdampingan di lapangan sampai semua tuntutan bangsa Iran terpenuhi,” tambahnya.
“Tangan kita berada di pelatuk, dan begitu musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun, kita akan membalasnya dengan kekuatan penuh.”
6. Sepuluh Poin Usulan Iran
Kesepakatan gencatan senjata merujuk pada rencana 10 poin yang diajukan Iran. Beberapa poin utama mencakup:
- Pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz dengan koordinasi militer Iran
- Penghentian konflik terhadap kelompok sekutu Iran
- Penarikan pasukan AS dari sejumlah pangkalan di kawasan
- Pembentukan protokol transit aman di Selat Hormuz
- Pembayaran kompensasi atas kerugian Iran
- Penghapusan sanksi terhadap Iran
- Pembebasan aset Iran di luar negeri
- Pengesahan kesepakatan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB
7. Berlaku di Lebanon dan Wilayah Lain
Kesepakatan gencatan senjata disebut tidak hanya berlaku di Iran, tetapi juga mencakup wilayah lain seperti Lebanon yang sebelumnya menjadi lokasi konflik intens antara kelompok proksi Iran dan Israel.
8. Israel Dikabarkan Mendukung Gencatan Senjata
Sejumlah laporan media internasional menyebut Israel telah menyetujui kesepakatan tersebut. Persetujuan ini dilaporkan terjadi setelah adanya komunikasi dengan pihak Gedung Putih.
Namun hingga saat ini belum ada perintah resmi kepada lembaga pertahanan Israel untuk sepenuhnya menghentikan operasi militer.
9. Iran Menilai Kesepakatan sebagai Kemenangan
Pemerintah Iran menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata ini merupakan hasil positif bagi negara mereka.
“Penting untuk menjaga persatuan nasional sepenuhnya selama periode ini dan melanjutkan perayaan kemenangan dengan penuh semangat,” katanya.
10. Respons Negara Arab
Sejumlah negara Arab mulai memberikan tanggapan terhadap kesepakatan tersebut. Irak menjadi salah satu negara yang menyatakan dukungan terhadap langkah gencatan senjata.
“Menyerukan untuk membangun langkah positif ini dengan meluncurkan jalur dialog yang serius dan berkelanjutan yang membahas akar penyebab perselisihan dan memperkuat kepercayaan timbal balik,” demikian unggahan mereka di X.
11. Kemungkinan Pertemuan Langsung AS dan Iran
Gedung Putih disebut tengah mempertimbangkan kemungkinan pembicaraan langsung antara delegasi AS dan Iran. Namun, rencana tersebut belum dipastikan hingga ada pengumuman resmi.
“Ada diskusi tentang pembicaraan tatap muka, tetapi belum ada yang final sampai diumumkan oleh Presiden atau Gedung Putih,” kata Leavitt setelah Iran mengatakan setuju untuk memulai pembicaraan dengan Amerika Serikat pada hari Jumat di Pakistan.
12. Status Terbaru Selat Hormuz
Iran menyatakan bahwa jalur aman melalui Selat Hormuz akan dibuka sementara selama periode gencatan senjata berlangsung.
“Untuk jangka waktu dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan,” tegasnya.
“Melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” tambah Araghchi.
Baca Juga : Mojtaba Dikabarkan Kritis di Tengah Konflik yang Memanas!

[…] AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 2 Minggu, Ini 12 Fakta Terbarunya […]
[…] AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 2 Minggu, Ini 12 Fakta Terbarunya […]