AS dan Iran Sepakat Akhiri Perang, Selat Hormuz Segera Dibuka
Amerika Serikat (AS) dan Iran resmi mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak Februari 2026.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka setelah kedua negara menandatangani perjanjian perdamaian yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyatakan pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut akan dilakukan bersamaan dengan pencabutan blokade Angkatan Laut AS.
“Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, bersamaan dengan itu, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat,” kata Trump, dikutip dari AFP, Senin (15/6/2026).
“Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!” sambungnya.
Trump menilai kesepakatan tersebut akan membawa stabilitas baru bagi kawasan Timur Tengah sekaligus menjamin keamanan jalur perdagangan energi global.
Baca Juga: Isu Keamanan Jadi Ancaman Piala Dunia, Wali Kota Meksiko Ditembak
Penandatanganan Damai Digelar di Swiss
Perjanjian damai antara AS dan Iran dijadwalkan ditandatangani pada Jumat (19/6/2026) di Swiss.
Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan dirinya berencana menghadiri upacara penandatanganan tersebut.
Namun, ia belum dapat memastikan apakah Trump juga akan hadir secara langsung.
“Saya tentu berencana untuk hadir, tetapi ada kemungkinan presiden sendiri juga akan hadir,” ujarnya kepada Fox News saat ditanya mengenai agenda tersebut.
Sempat Memanas karena Serangan Israel
Sebelum kesepakatan damai tercapai, situasi sempat kembali memanas setelah Teheran berjanji membalas serangan Israel di Lebanon.
Trump bahkan dilaporkan meluapkan kemarahannya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena serangan udara Israel di Beirut dinilai berpotensi mengganggu proses perdamaian.
Dalam wawancara dengan media Axios, Trump mengaku telah menyampaikan langsung keberatannya kepada Netanyahu.
“Saya sangat marah. Saya sudah memberitahunya,” ujarnya.
Serangan Israel ke pinggiran Beirut menjadi salah satu insiden paling serius sejak gencatan senjata yang sebagian besar bertahan sejak April 2026.
Baca Juga: Israel Bebaskan Pendiri Hamas setelah 2 Tahun Ditahan
Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan yang direspons Israel dengan serangan lanjutan.
Teheran sejak lama menegaskan bahwa setiap kesepakatan penghentian perang harus mencakup penyelesaian konflik yang terjadi di Lebanon.
Perang antara kedua pihak bermula pada akhir Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sejumlah sekutu AS di kawasan.
Konflik tersebut juga sempat mengancam pasokan energi global setelah Iran hampir memblokade sepenuhnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam dunia.

[…] AS dan Iran Sepakat Akhiri Perang, Selat Hormuz Segera Dibuka […]