Wali Kota Tewas Ditembak, Isu Keamanan Meksiko Jadi Ancaman Piala Duni
Wali Kota San Miguel Amatitlan, Oaxaca, Joel Bravo Martínez, tewas setelah ditembak pada Sabtu (13/6/2026).
Insiden itu terjadi hanya beberapa pekan setelah Bravo Martínez melaporkan adanya ancaman terhadap keselamatannya dan meminta perlindungan kepada pemerintah negara bagian.
Informasi tersebut disampaikan partainya, Partido Accion Nacional (PAN), melalui pernyataan resmi yang dikutip Associated Press.
Baca Juga: Sorotan Lama Sekutu Dipicu Laporan Spionase Israel ke AS
Kantor Kejaksaan Negara Bagian Oaxaca menyatakan telah mengaktifkan protokol penyelidikan untuk kejahatan berdampak tinggi setelah menerima laporan pembunuhan tersebut.
Sementara itu, Kabinet Keamanan Meksiko mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memburu para pelaku.
Pasukan tambahan juga telah dikerahkan ke wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya pengamanan.
“Tidak akan ada impunitas,” tegas Kabinet Keamanan dalam pernyataan yang diunggah melalui platform media sosial X.
Ancaman bagi Politisi Lokal
Pembunuhan Bravo Martínez menambah daftar panjang politisi lokal di Meksiko yang menjadi korban kekerasan yang diduga berkaitan dengan kejahatan terorganisir.
Sebelumnya, pembunuhan Wali Kota Uruapan, Michoacan, Carlos Alberto Manzo Rodriguez pada November 2025 juga menyoroti besarnya risiko yang dihadapi pejabat daerah yang berhadapan dengan kartel narkoba dan kelompok kriminal.
Presiden Partai PRI, Alejandro Moreno, melontarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum terkait lemahnya perlindungan bagi pejabat lokal.
Menurut Moreno, setiap kasus pembunuhan terhadap kepala daerah merupakan ancaman serius bagi sistem demokrasi.
“Setiap wali kota yang dibunuh merupakan serangan langsung terhadap lembaga demokrasi dan hak masyarakat untuk hidup damai,” tulis Moreno di platform X.
Baca Juga: Menhan Filipina Disanksi China usai Kritik Laut China Selatan
Bayangi Persiapan Piala Dunia
Peristiwa tersebut terjadi ketika Meksiko tengah berupaya membangun citra sebagai negara yang aman dan siap menyelenggarakan ajang internasional.
Meksiko dijadwalkan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia bersama Amerika Serikat dan Kanada.
Pemerintah Presiden Claudia Sheinbaum sebelumnya berupaya meyakinkan masyarakat internasional bahwa Meksiko memiliki strategi keamanan yang matang untuk menyambut turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.
Rencana tersebut mencakup pelatihan khusus bagi aparat dan pejabat terkait, penyusunan skenario operasional, penerapan sistem peringatan dini, hingga pengamanan di stadion, bandara, jalan raya, dan hotel yang akan digunakan selama penyelenggaraan Piala Dunia.
