Setelah 2 Tahun Ditahan, Israel Bebaskan Pendiri Hamas
Otoritas Israel resmi membebaskan Hassan Yousef (71), salah satu pendiri Hamas, pada Kamis (11/6/2026).
Yousef dibebaskan setelah menjalani penahanan lebih dari dua tahun di Tepi Barat tanpa melalui proses peradilan.
Kabar pembebasan tersebut dikonfirmasi oleh putranya, Owais Yousef. Ia menjelaskan sang ayah dibebaskan di wilayah selatan Tepi Barat, tepatnya di dekat Kota Hebron.
Usai dibebaskan, Hassan Yousef langsung dilarikan ke rumah sakit di Ramallah, kota tempat tinggalnya, untuk menjalani perawatan medis.
Baca Juga : Profesor Jepang Kunjungi IKN, Sebut Bisa Dongkrak Ekonomi Kaltim?
Berdasarkan rekaman video yang beredar, Yousef tampak terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan salah satu lengannya dibalut perban saat dijenguk kerabat.
“Saya tidak bisa tidur karena sakit,” ucap Yousef singkat kepada seorang simpatisan melalui sambungan telepon sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut, dikutip dari AFP.
Rekam Jejak
Hassan Yousef dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Hamas. Ia ikut mendirikan kelompok tersebut pada dekade 1980-an bersama Sheikh Ahmad Yassine dan sejumlah anggota Ikhwanul Muslimin Palestina lainnya.
Selain itu, Yousef juga pernah menjadi anggota parlemen Palestina yang kini telah dibubarkan.
Penahanan terakhirnya dimulai pada Oktober 2023, tidak lama setelah perang di Gaza pecah menyusul serangan Hamas ke Israel.
Saat itu, Israel menahan Yousef menggunakan sistem “tahanan administratif”, yaitu mekanisme yang memungkinkan seseorang ditahan selama enam bulan dan dapat diperpanjang tanpa dakwaan resmi.
Pemerintah Israel menyebut prosedur tersebut diperlukan untuk mencegah potensi serangan sambil aparat mengumpulkan bukti.
Baca Juga : RI Siapkan CNG 3 Kg Klaim yang Pertama di Dunia
Namun, kebijakan itu kerap menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia yang menilai sistem tersebut sering disalahgunakan.
Catatan menunjukkan Hassan Yousef telah berkali-kali ditangkap oleh otoritas Israel selama bertahun-tahun.
Sebelumnya, ia terakhir kali dibebaskan pada Juli 2020 setelah menjalani 16 bulan masa tahanan administratif.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait pembebasan Hassan Yousef saat dimintai komentar oleh AFP.
