Rusia Tembakkan Peringatan ke Kapal Inggris di Selat Inggris
Hubungan Rusia dan Inggris kembali menjadi sorotan setelah terjadi insiden di Selat Inggris yang melibatkan kapal perang Rusia dan kapal layar berbendera Inggris.
Rusia mengonfirmasi bahwa fregat Admiral Grigorovich melepaskan tembakan peringatan pada Selasa (17/6/2026) setelah sebuah kapal layar Inggris mendekati area operasinya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar 20 mil laut di selatan Isle of Wight, di wilayah yang berada di luar perairan teritorial Inggris.
Sumber pertahanan Inggris menyebut insiden itu berlangsung di jalur pelayaran yang ramai dan menjadi perhatian otoritas maritim kedua negara.
Baca Juga : Meski Ada Kesepakatan Damai Iran-AS, Netanyahu Klaim Menang!
Pemerintah Inggris menegaskan bahwa tembakan yang dilepaskan tidak ditujukan secara langsung ke kapal layar tersebut.
Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, tindakan yang dilakukan fregat Rusia merupakan upaya untuk mencegah potensi tabrakan setelah komunikasi dengan kapal sipil tersebut tidak membuahkan hasil.
Pihak London juga menekankan bahwa kejadian ini merupakan insiden terpisah dan tidak berkaitan dengan operasi militer Inggris terhadap kapal yang diduga terkait armada bayangan Rusia beberapa hari sebelumnya.
Respons Rusia
Kementerian Pertahanan Rusia menjelaskan bahwa awak Admiral Grigorovich telah melakukan sejumlah prosedur peringatan sebelum memutuskan melepaskan tembakan.
Menurut pernyataan resmi Moskwa, kru kapal terlebih dahulu menembakkan suar sinyal dan membunyikan peringatan suara agar kapal layar mengubah arah pelayarannya.
Namun karena kapal tersebut tetap melanjutkan pendekatan, komandan fregat akhirnya memerintahkan pelepasan tembakan peringatan menggunakan senjata ringan yang berada di kapal perang tersebut.
Sumber pertahanan Inggris menduga kapal perang Rusia kemungkinan sedang berada dalam kondisi manuver terbatas, sehingga awak kapal mengambil langkah pencegahan lebih cepat untuk menjaga jarak aman.
Laporan dari kapal layar Inggris menyebut tembakan peringatan dilepaskan dari jarak sekitar 450 meter.
Meski demikian, tidak ada korban maupun kerusakan yang dilaporkan akibat insiden tersebut.
Setelah kejadian berlangsung, kapal layar itu tetap melanjutkan pelayarannya dan mendapat pemeriksaan kesejahteraan dari kapal patroli HMS Tyne milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris.
Pada saat yang sama, kapal perang HMS Mersey juga dilaporkan sedang memantau pergerakan fregat Rusia di kawasan tersebut.
Ketegangan Berlapis
Insiden ini terjadi hanya dua hari setelah pasukan Inggris melakukan operasi terhadap kapal tanker minyak Smyrtos yang diduga memiliki keterkaitan dengan armada bayangan Rusia.
Operasi tersebut berlangsung pada Minggu (14/6/2026) di lepas pantai selatan Inggris dan melibatkan pasukan komando yang diterjunkan dari helikopter untuk menaiki kapal tanker di tengah malam.
Pemerintah Inggris menyatakan tindakan itu merupakan bagian dari pengawasan terhadap jaringan kapal yang diduga digunakan Rusia untuk menghindari berbagai sanksi internasional.
Sementara itu, Angkatan Laut Kerajaan Inggris mengungkapkan bahwa Admiral Grigorovich telah berada dalam pemantauan sejak April 2026.
Baca Juga : Iran Sebut Masih Memiliki Hak untuk Pasang Tarif di Selat Hormuz
Kapal perang tersebut disebut beberapa kali terlihat mengawal kapal tanker yang diduga terkait armada bayangan Rusia saat melintasi Selat Inggris menuju Atlantik, Laut Mediterania, maupun kawasan Baltik.
Meningkatnya aktivitas militer dan pengawasan maritim di kawasan tersebut membuat hubungan London dan Moskwa kembali berada dalam situasi sensitif.
Insiden terbaru ini juga terjadi bertepatan dengan berlangsungnya pertemuan para pemimpin negara-negara G7 di Prancis, yang turut membahas berbagai isu keamanan internasional, termasuk perkembangan konflik dan stabilitas kawasan Eropa.
