AS-Israel Serang Iran Karena Nuklir, Kenapa Korut Tak Jadi Target?
Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran memicu berbagai pertanyaan di media sosial, salah satunya mengapa kedua negara tersebut lebih fokus pada Iran dibandingkan Korea Utara yang juga diketahui mengembangkan senjata nuklir.
Pertanyaan ini muncul karena Korea Utara sejak 2024 secara terbuka mengakui tengah melakukan pengujian senjata nuklir. Bahkan, Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un baru-baru ini dilaporkan mengawasi uji coba kapal perusak angkatan laut negaranya.
Dalam laporan tersebut, Pyongyang juga mengklaim tengah berada dalam proses “mempersenjatai Angkatan Laut dengan senjata nuklir”.
Baca Juga: Apa Penyebab RI Siap Impor BBM dari SIngapura?
Meski demikian, mantan petugas Indian Foreign Service (IFS) sekaligus mantan perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Manjeev Singh Puri, menjelaskan bahwa posisi geografis dan pengaruh regional membuat Iran menjadi perhatian strategis yang jauh lebih mendesak dibandingkan Korea Utara.
Mengutip The New Indian Express, Puri menyebut Iran berada di kawasan Timur Tengah yang sangat sensitif secara geopolitik.
Ambisi nuklir Iran, program rudal yang terus berkembang, serta dukungannya terhadap sejumlah kelompok bersenjata di kawasan dinilai berdampak langsung terhadap keamanan Israel dan sekutu utama AS.
Ia menilai ancaman dari Korea Utara relatif lebih terkendali dibandingkan dampak yang bisa ditimbulkan Iran di kawasan Timur Tengah.
“Faktor penting lainnya adalah keamanan energi,” ujarnya.
Menurut Puri, posisi Iran yang berada di dekat Selat Hormuz membuat negara tersebut memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas energi global.
“Iran terletak di sepanjang Selat Hormuz, titik transit minyak vital yang dilalui sebagian besar pasokan minyak mentah dunia,” tambahnya.
Baca Juga: Indonesia mulai Impor Minyak dari AS, Tinggalkan Timur Tengah
Ia menekankan bahwa ketidakstabilan di wilayah tersebut dapat langsung memicu dampak ekonomi global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute distribusi minyak paling penting di dunia.
“Ketidakstabilan apa pun di sana memiliki konsekuensi ekonomi global yang langsung, menjadikan Iran pusat perhitungan internasional.”
Selain faktor geopolitik dan energi, Puri juga menyinggung kebijakan Presiden AS sebelumnya, Donald Trump, sebagai salah satu titik balik meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Menurut dia, keputusan Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada 2015 memperkeras posisi kedua pihak dan mempersempit ruang diplomasi yang sebelumnya masih terbuka.
Situasi tersebut pada akhirnya mendorong hubungan antara Iran dan Amerika Serikat semakin mendekati konfrontasi terbuka.

[…] AS-Israel Serang Iran Karena Nuklir, Kenapa Korut Tak Jadi Target? […]