Bunga Utang RI Tembus Rp650 Triliun, Purbaya Pusing?
Beban pembayaran utang dan bunga pemerintah Indonesia diproyeksikan semakin besar pada 2027. Kondisi tersebut berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk membiayai berbagai program pembangunan.
Berdasarkan Buku II Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, pemerintah harus menyiapkan anggaran bunga utang mencapai Rp650,3 triliun pada tahun depan.
Angka tersebut meningkat Rp68,1 triliun atau sekitar 11,7 persen dibandingkan kewajiban pembayaran bunga utang tahun ini yang mencapai Rp582,2 triliun.
Baca Juga : Purbaya Ungkap Danantara Siapkan Dividen BUMN, untuk Apa?
Beban bunga utang Rp650,3 triliun itu disebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Dari total tersebut, Rp589,6 triliun merupakan bunga utang dalam negeri, sedangkan Rp60,6 triliun berasal dari bunga utang luar negeri.
Besarnya anggaran tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan kebutuhan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diperkirakan mencapai Rp466 triliun.
Ekonom Konstitusi Defiyan Cori menilai besarnya beban utang yang harus ditanggung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak terlepas dari akumulasi utang pada pemerintahan sebelumnya.
Pada akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), posisi utang pemerintah disebut mencapai Rp9.302,6 triliun. Defiyan menyebut selama 10 tahun pemerintahan Jokowi, utang pemerintah bertambah Rp6.693,9 triliun.
“Utang pemerintah Indonesia pada Oktober 2024, mencapai Rp9.302,6 triliun. Angka itu naik 256,6 persen, atau setara Rp6.693,9 triliun,” kata Defiyan dalam Podcast Madilog Forum Keadilan, dikutip Rabu (19/8/2026).
Defiyan kemudian mempertanyakan pemanfaatan tambahan utang tersebut. Ia mengaitkannya dengan perkembangan kekayaan sejumlah korporasi besar di Indonesia.
Menurutnya, kekayaan 20 korporasi terbesar di Indonesia terus mengalami peningkatan dan nilainya hampir tiga kali lipat dibandingkan besaran APBN yang berada di kisaran Rp3.300 triliun.
Rp2,3 Juta per Orang untuk Bayar Bunga Utang
Besarnya beban bunga utang pemerintah juga dapat dilihat jika dibagi berdasarkan jumlah penduduk Indonesia.
Dengan jumlah penduduk yang diproyeksikan Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 287,2 juta jiwa pada pertengahan 2026, beban bunga utang Rp650,3 triliun setara dengan sekitar Rp2,3 juta per penduduk.
Artinya, secara ilustratif, setiap penduduk Indonesia menanggung porsi sekitar Rp2,3 juta untuk membayar bunga utang pemerintah pada 2027.
Anggaran tersebut juga setara sekitar Rp538 triliun untuk membiayai pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dari Aceh hingga Bakauheni. Bahkan, masih terdapat sisa sekitar Rp112,3 triliun.
Baca Juga : Pajak Pedagang Online Batal? Pph 22 E-Commerce Ditunda
Selain itu, nilai bunga utang 2027 mencapai sekitar 1,6 kali lipat dibandingkan anggaran subsidi dan kompensasi energi serta nonenergi yang direncanakan sebesar Rp387,89 triliun.
Besarnya pembayaran bunga utang tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Semakin besar anggaran yang harus dialokasikan untuk membayar bunga, semakin terbatas pula ruang fiskal yang tersedia untuk program pembangunan, subsidi, dan belanja pemerintah lainnya.
