Selain Malaysia, Iran Terapkan Tarif Bagi Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke memastikan kapal tanker Malaysia yang melintasi Selat Hormuz tidak akan dikenakan tarif tol oleh Iran, di tengah rencana Teheran memberlakukan pungutan bagi kapal asing.
Hal itu disampaikan Loke setelah muncul laporan bahwa Iran tengah mempertimbangkan kebijakan tarif untuk kapal yang melewati jalur strategis tersebut.
Baca Juga: Tentang Invasi Darat, Menlu Iran Yakin AS Tidak Akan Berani
Kapal Malaysia Disebut Bebas Tarif
Loke menegaskan kapal Malaysia tetap dapat melintas tanpa beban tambahan karena hubungan diplomatik yang baik dengan Iran.
” Tidak, ini sama sekali tidak… Duta Besar Iran (untuk Malaysia) telah menyebutkan hal ini, tidak ada tol yang dikenakan pada kapal-kapal Malaysia,” ungkap Loke kepada wartawan, dilansir dari AFP, Selasa (31/3/2026).
“Kita adalah pihak yang bersahabat. Kita memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan pemerintah Iran,” tegas dia.
Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan Komisi Keamanan Nasional parlemen telah menyetujui rencana penerapan tarif tol bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Namun, kebijakan tersebut masih menunggu persetujuan penuh parlemen melalui mekanisme pemungutan suara.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital distribusi minyak dan gas global yang sempat terganggu akibat konflik di kawasan Timur Tengah sejak awal Maret.
Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan sebelumnya menyebut kapal tanker Malaysia masih menunggu izin untuk melintas dengan aman.
Iran juga telah mengindikasikan hanya kapal dari negara yang dianggap bersahabat yang akan diizinkan melintas.
Baca Juga: Negara Arab Diharapkan Trump buat Biayai Perang Lawan Iran, Kenapa?
Loke mengakui proses pelayaran akan memakan waktu karena banyak kapal yang masih tertahan di kawasan tersebut.
“Tetapi saya pikir pemerintah Iran telah memberikan komitmen mereka, dan kami pikir kapal-kapal kita akan dapat melewatinya,” tutur dia.
Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sebelumnya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas izin yang diberikan.
Ia menyebut Iran telah “melepaskan kapal-kapal tanker minyak dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang”.
