Iran Temukan Cadangan Gas 7,5 Triliun Kaki Kubik
Iran mengumumkan penemuan cadangan gas alam lebih dari 7,5 triliun kaki kubik di tengah perang berkepanjangan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Konflik tersebut sebelumnya telah mengganggu produksi dan infrastruktur energi negara itu.
Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengatakan, cadangan tersebut ditemukan di Provinsi Fars, wilayah selatan Iran.
Dari total temuan tersebut, sekitar 5,7 triliun kaki kubik diperkirakan dapat diekstraksi.
Baca Juga: Negosiasi Mandek, AS Kenakan Tarif 50 Persen ke Kanada
Paknejad menggambarkan volume tersebut setara dengan produksi selama 15 tahun dari satu fase South Pars.
Ladang gas terbesar Iran itu dikelola bersama dengan Qatar dan menjadi salah satu sumber energi utama negara tersebut.
Selain gas alam, temuan baru itu juga mengandung kondensat gas yang memiliki nilai ekonomi besar. Paknejad memperkirakan nilainya mencapai “puluhan miliar dolar.”
Pemerintah Iran pun berencana mulai mengembangkan cadangan tersebut “sesegera mungkin.”
Namun, produksi komersial diperkirakan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena pengembangan lapangan gas membutuhkan investasi dan pembangunan infrastruktur.
Temuan tersebut muncul ketika industri energi Iran masih menghadapi sejumlah tekanan. Bahkan sebelum perang berlangsung, sektor tersebut telah dibatasi oleh sanksi Barat, minimnya investasi, serta gangguan pasokan listrik.
Situasi semakin berat setelah serangan militer yang dimulai pada akhir Februari menyasar sejumlah infrastruktur energi Iran.
Salah satu fasilitas yang terdampak adalah South Pars, yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gas domestik.
Baca Juga: Negara Tetangga Diancam Iran agar Tak Ikut Perang Ekonomi AS
Iran bahkan kehilangan sekitar seperempat kapasitas produksi gas hariannya akibat rangkaian serangan tersebut.
Meski sebagian fasilitas telah kembali beroperasi, kemampuan produksi belum sepenuhnya pulih.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah Iran juga memperingatkan potensi kekurangan pasokan gas pada musim dingin mendatang.
Warga telah diminta membatasi konsumsi untuk mengurangi tekanan terhadap sistem energi nasional.
Karena itu, penemuan cadangan baru memberikan tambahan potensi energi bagi Iran dalam jangka panjang.
Namun, manfaat ekonominya akan sangat bergantung pada kecepatan pengembangan, ketersediaan investasi, serta kondisi keamanan dan sanksi yang dihadapi negara tersebut.
