Iran Ultimatum Trump, Sebut Ambisi AS Bisa Picu Kebakaran Besar di Kawasan
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah saling melontarkan ancaman terkait konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan Presiden AS Donald Trump agar tidak mengambil langkah militer yang dinilainya berbahaya.
“Langkah-langkah sembrono Anda menyeret Amerika Serikat ke dalam NERAKA yang mengerikan bagi setiap keluarga, dan seluruh kawasan kita akan terbakar karena Anda bersikeras mengikuti perintah Netanyahu,” ungkap Ghalibaf dalam pernyataan via media sosial X, merujuk pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Ia menegaskan bahwa solusi terbaik adalah menghormati hak-hak rakyat Iran dan menghentikan eskalasi konflik yang dinilai berisiko besar bagi stabilitas kawasan.
Baca Juga: Amerika Serikat Sudah Kuasai Langit Iran, Ungkap Trump
Ancaman AS terhadap Infrastruktur Iran
Di sisi lain, Trump sebelumnya mengancam akan menyerang infrastruktur penting Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz dalam tenggat waktu yang telah ditentukan.
Dalam wawancara dengan media AS, ia menyebut batas waktu tersebut jatuh pada Selasa (7/4/2026) malam.
“Jika mereka tidak melakukan sesuatu pada Selasa (7/4) malam, mereka tidak akan memiliki pembangkit listrik dan jembatan yang masih berdiri,” tegas Trump.
Trump juga sempat mengunggah pernyataan singkat di media sosial yang berbunyi: “Selasa, pukul 20.00 Eastern Time (waktu AS).”
Meski demikian, dalam pernyataan terpisah, Trump tidak merinci batas waktu secara spesifik, tetapi tetap menegaskan ancaman terhadap infrastruktur Iran jika tuntutan tidak dipenuhi.
Baca Juga: Trump Nilai Pengerahan Pasukan Darat ke Iran Belum Diperlukan
Konflik Memicu Krisis Energi Global
Ketegangan ini merupakan bagian dari konflik yang lebih luas setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.
Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS.
Serangan balasan itu menimbulkan korban jiwa, termasuk sedikitnya 13 tentara AS tewas dan lebih dari 300 lainnya luka-luka.
Situasi semakin memburuk setelah Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dan gas dunia, ditutup oleh Iran selama berminggu-minggu.
Penutupan ini memicu gangguan pasokan energi global dan menyebabkan harga minyak serta gas melonjak tajam di pasar internasional.

[…] Iran Ultimatum Trump, Sebut Ambisi AS Bisa Picu Kebakaran Besar di Kawasan […]