Purbaya Optimistis Harga Pertamax Turun Seiring Koreksi Harga Minyak Dunia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini tren penurunan harga minyak dunia akan berdampak pada penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia, termasuk Pertamax.
Keyakinan itu disampaikan setelah harga minyak global mulai terkoreksi dalam beberapa hari terakhir, usai sempat melonjak akibat kekhawatiran terhadap pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: MBG Disetop saat Libur Sekolah, Pengusaha Keberatan
Purbaya mengatakan, pemerintah sebelumnya harus menyesuaikan harga BBM non-subsidi ketika harga minyak dunia meningkat.
Sebagaimana diketahui, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter mulai 10 Juni 2026.
Sementara itu, harga Pertamax Green (RON 95) meningkat dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.
Meski demikian, pemerintah tetap mempertahankan harga Pertalite di tengah gejolak harga energi global.
“Tetapi saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia harga Pertamax dan lain-lain akan turun. Fondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat,” kata Purbaya, Selasa (22/6/2026).
Purbaya mengakui kenaikan harga minyak dunia sebelumnya menjadi tantangan yang cukup berat bagi Indonesia.
Namun, menurut dia, kondisi tersebut berhasil dilewati sehingga pemerintah kini dapat lebih fokus memperkuat berbagai aspek ekonomi yang sudah berjalan.
” Tinggal memperbaiki kondisi yang sudah ada,” ujarnya.
Dengan berbagai perbaikan tersebut, Purbaya meyakini Indonesia memiliki peluang untuk mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada periode mendatang.
Sementara itu, harga minyak dunia tercatat bergerak turun pada perdagangan Senin (22/6/2026), melanjutkan tren koreksi yang terjadi sejak pertengahan Juni.
Berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 09.15 WIB, harga minyak Brent berada di level 79,48 dollar AS per barel atau turun 1,35 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di 80,57 dollar AS per barel.
Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat sebesar 76,46 dollar AS per barel atau turun tipis 0,18 persen dari posisi sebelumnya di 76,60 dollar AS per barel.
Baca Juga: Ini Penjelasan Pertamina soal Struk Pertalite Rp18.040/liter yang Viral
Penurunan tersebut memperpanjang koreksi yang terjadi dalam dua pekan terakhir.
Pada 10 Juni 2026, harga Brent masih berada di level 93,10 dollar AS per barel, sedangkan WTI mencapai 90,03 dollar AS per barel.
Artinya, dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, harga Brent telah turun sekitar 14,6 persen dan WTI terkoreksi sekitar 15 persen.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendasari optimisme pemerintah bahwa harga BBM non-subsidi di dalam negeri berpeluang kembali menurun apabila tren pelemahan harga minyak dunia berlanjut.

[…] Baca Juga: Seiring Koreksi Harga Minyak Dunia, Purbaya Optimis Harga Pertamax Turun […]