Qodari Bongkar Sikap Prabowo soal Korupsi MBG
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak akan memberikan perlindungan kepada siapa pun yang diduga terlibat dalam kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk apabila ada nama besar yang disebut dalam perkara tersebut.
“Jadi, tidak ada pengecualian seperti kata Bapak Presiden mau eksekutif, mau legislatif, mau yudikatif kali ini ya sama saja dalam proses hukum,” kata Qodari saat ditemui di kantornya di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).
Menurut Qodari, seluruh pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.
Baca Juga : Harga Ayam Anjlok, Mendag Targetkan Alfamart-Indomaret
Ia juga menanggapi langkah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) dan mengklaim akan membuka lebih dari 20 nama yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Qodari menyebut keputusan terkait diterima atau tidaknya permohonan justice collaborator sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.
Dua Dugaan Persoalan dalam Kasus MBG
Qodari menjelaskan, berdasarkan informasi dari Kejaksaan Agung, terdapat dua fokus utama dalam penyidikan kasus dugaan korupsi MBG.
Pertama, dugaan pengadaan barang dengan harga yang tidak sesuai. Kedua, dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Nah kemudian apakah nama-nama yang diajukan itu masuk kelompok pertama atau kelompok kedua kan tentu harus diklasifikasi dan semuanya kan adanya di Kejaksaan Agung,” ucap dia.
Karena itu, ia meminta publik menunggu proses penyidikan yang tengah berjalan. Menurutnya, setiap nama yang disebut harus dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Sony Klaim Ada Nama Besar Terlibat
Sebelumnya, kuasa hukum mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, Krisna Murti, menyebut kliennya mendapat tekanan dari sejumlah pihak dalam penunjukan yayasan mitra SPPG.
“Selama ini dia dipojokkan bahwa dia adalah yang menjual titik-titik dapur, dia yang menjual, dia yang mempermainkan dapur-dapur itu. Padahal, menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi gitu lho. Diatensi oleh nama-nama besar yang akan beliau sampaikan nanti sendiri gitu lho,” kata Krisna saat dihubungi, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga : Amran Usulkan Tambahan Anggaran untuk Bapanas
Krisna juga mengungkapkan bahwa Sony mencatat lebih dari 20 nama yang diduga memiliki keterkaitan dengan dugaan korupsi tata kelola program MBG.
“Iya, lebih dari 20 nama itu akan disebutkan,” kata Krisna usai menyerahkan surat permohonan Justice Collaborator (JC) ke Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (8/6/2026).

[…] Qodari Bongkar Sikap Prabowo soal Korupsi MBG […]