Respons Prabowo Soal Harvard Tempatkan RI di Posisi Satu, Apa Maksudnya?
Presiden Prabowo Subianto menyinggung hasil riset Universitas Harvard yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat kebahagiaan dan optimisme tertinggi di dunia saat berpidato dalam Annual Meeting The World Economic Forum (WEF) 2026 pada Januari lalu.
Dalam forum global tersebut, Prabowo mengaku terkejut dengan temuan penelitian yang melibatkan ratusan negara itu.
“Beberapa hari lalu, saya terkejut. Gallup dan Harvard University melakukan survei penelitian terhadap ratusan negara menemukan bahwa Indonesia, masyarakat Indonesia, adalah orang yang paling bahagia. Negara paling berkembang di dunia dengan rakyat yang paling optimistis,” ujar Prabowo dalam pidatonya di WEF yang digelar Januari lalu.
Riset berjudul Global Flourishing Study itu mengkaji lebih dari 203.000 responden di 22 negara, dengan sejumlah indikator penilaian mulai dari kesehatan, kebahagiaan, makna hidup, karakter, relasi sosial, ketahanan finansial, hingga aspek spiritualitas.
Penelitian yang bekerja sama dengan Gallup dan Center for Open Science tersebut mencatat Indonesia sebagai negara dengan tingkat kesejahteraan menyeluruh atau “flourishing” paling tinggi di dunia.
Indonesia menempati posisi pertama dengan skor 8,3, disusul Israel (7,87), Filipina (7,71), Meksiko (7,64), dan Polandia (7,55).
Sebaliknya, Amerika Serikat berada di peringkat ke-12, sementara Inggris menduduki posisi ke-20 dari total 22 negara yang disurvei.
Baca Juga: Terkait Deal Dagang Prabowo-Trump. Bos Buruh Buka Suara
Kesejahteraan Tak Hanya Soal Uang
Para peneliti menilai temuan ini menegaskan bahwa kesejahteraan tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan atau kondisi fisik.
“Berkembang itu multidimensi, dan berbagai negara berkembang dengan cara yang berbeda,” tulis tim peneliti dalam studi mereka.
“Banyak negara maju memang mencatat skor tinggi dalam hal keamanan finansial, namun justru rendah dalam aspek makna hidup, hubungan sosial, dan karakter pro-sosial,” sambungnya.
Peserta riset dinilai berdasarkan tujuh variabel, serta data demografis seperti usia, jenis kelamin, status pernikahan dan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, agama, dan riwayat pribadi.
Indonesia disebut unggul dalam aspek hubungan sosial dan karakter pro-sosial, dua faktor yang dinilai penting dalam membangun keterhubungan dan komunitas yang kuat.
Baca Juga: Danantara Kerjasama dengan Perusahaan Semikonduktor Inggris
Jepang dan Negara Maju di Posisi Bawah
Di sisi lain, Jepang tercatat sebagai negara dengan tingkat perkembangan paling rendah dengan skor 5,89, diikuti Turki (6,32), Inggris (6,79), India (6,87), dan Spanyol (6,9).
Peneliti mencatat bahwa meski Jepang tergolong negara kaya dengan angka harapan hidup tinggi, responden di sana paling kecil kemungkinannya menjawab “ya” ketika ditanya apakah mereka memiliki teman dekat.
Temuan yang dimuat dalam jurnal Nature Mental Health itu juga menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.
Riset tersebut menjadi pengingat bahwa negara berpenghasilan rendah hingga menengah seperti Indonesia dapat menunjukkan performa tinggi dalam indikator kesejahteraan menyeluruh, yang tidak melulu ditentukan oleh faktor ekonomi semata.

[…] Respons Prabowo Soal Harvard Tempatkan RI di Posisi Satu, Apa Maksudnya? […]
[…] Baca Juga : Begini Respons Prabowo Soal Harvard Tempatkan RI di Posisi Satu […]