Hizbullah Tolak Gencatan Senjata, Sebut Lebanon Menyerah
Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, melontarkan kritik keras terhadap kesepakatan gencatan senjata yang baru saja diumumkan antara Lebanon dan Israel. Dalam pidato yang telah lama dinantikan, ia menilai proses negosiasi yang dilakukan pemerintah Lebanon dengan Israel sebagai tindakan yang “tidak tahu malu”.
Menurut Qassem, kesepakatan tersebut bukanlah langkah menuju perdamaian, melainkan bentuk penyerahan diri Lebanon kepada tekanan Israel.
Baca Juga : DPR AS Setujui Penarikan Pasukan dari Iran, Trump Terdesak
Ia bahkan menyebut gencatan senjata terbaru itu sebagai bentuk “menyerah dan kekalahan” yang berpotensi merugikan kepentingan nasional Lebanon.
Sebut Kesepakatan Ancam Rakyat Lebanon
Dalam pidatonya, Qassem menegaskan bahwa Hizbullah memandang kesepakatan tersebut sebagai ancaman serius bagi rakyat Lebanon.
Ia menggambarkan perjanjian yang dicapai melalui mediasi Amerika Serikat itu sebagai “peta jalan untuk memusnahkan sebagian rakyat Lebanon.”
Menurutnya, fokus utama Hizbullah tetap pada penghentian total operasi militer Israel dan penarikan seluruh pasukan Israel dari wilayah Lebanon selatan.
Hizbullah Tegaskan Perlawanan Akan Berlanjut
Qassem memperingatkan bahwa wilayah Israel di sepanjang perbatasan akan tetap berada dalam ancaman selama serangan terhadap warga sipil dan desa-desa di Lebanon masih berlangsung.
Ia juga menolak upaya yang mengaitkan posisi atau penempatan kembali pasukan Hizbullah dengan kesepakatan politik maupun proses gencatan senjata.
Menurut Qassem, keberadaan Hizbullah tidak dapat dijadikan bagian dari negosiasi terkait penghentian konflik ataupun penarikan pasukan Israel.
Tolak Dikaitkan dengan Kesepakatan Politik
Dalam pernyataannya, Qassem menegaskan bahwa perjuangan Hizbullah didasarkan pada pembelaan terhadap tanah dan rakyat Lebanon, bukan pada kepentingan politik jangka pendek.
“Kami berjuang untuk tanah dan rakyat kami yang berakar pada ketaatan kami kepada Tuhan – agar kami tidak menjadi budak siapa pun, dan agar generasi kami dapat menjalani hidup mereka secara mandiri di tanah air mereka bersama sesama warga negara mereka,” tegas Naim.
Baca Juga : Trump Ungkap Sikap Iran “Tidak Mau Perang Lagi!”
Pernyataan tersebut menegaskan sikap Hizbullah yang tetap menolak kesepakatan apa pun yang tidak mencakup penghentian penuh serangan Israel dan penarikan pasukan dari wilayah Lebanon selatan.
Pidato Qassem muncul di tengah upaya diplomatik yang sedang dilakukan untuk meredakan konflik di perbatasan Israel-Lebanon, meski bentrokan di sejumlah wilayah masih terus terjadi.
