Israel Klaim Bunuh Naim Qassem, Pemimpin Hizbullah
Israel menyatakan telah menewaskan pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, dalam serangan udara yang terjadi di Beirut pada malam hari.
Kabar yang dilaporkan Reuters pada Kamis (9/4/2026) ini dinilai berpotensi menjadi pukulan besar bagi kelompok bersenjata Lebanon yang didukung Iran tersebut, jika dikonfirmasi oleh pihak Hizbullah.
Baca Juga: Proposal Iran Dinilai Trump Bermasalah, Gencatan Senjata Batal?
Serangan Israel di tengah gencatan senjata
Meski telah ada gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang didukung Amerika Serikat sejak 2024, Israel disebut masih rutin melancarkan serangan terhadap target yang diklaim sebagai milik Hizbullah.
Israel menuduh kelompok tersebut terus berupaya memperkuat persenjataan mereka, sementara Hizbullah menolak melucuti senjata sesuai proposal Amerika Serikat untuk memperpanjang gencatan senjata.
Sebelumnya, Qassem juga sempat melontarkan ancaman terhadap Israel jika terjadi perang besar kembali.
Baca Juga: Iran Ancam Perang dan Tutup Hormuz Lagi, usai Israel Serang Lebanon
Rangkaian serangan terhadap pimpinan Hizbullah
Serangan terhadap Qassem menambah daftar tokoh Hizbullah yang menjadi target Israel sejak konflik Gaza pecah pada 7 Oktober 2023.
Pada 2024, Israel juga menewaskan pemimpin sebelumnya, Hassan Nasrallah, dalam serangan udara di pinggiran Beirut.
Peristiwa itu menjadi bagian dari eskalasi konflik yang bermula saat Hizbullah menyerang posisi Israel di perbatasan sebagai bentuk dukungan terhadap Hamas.
Setelah kematian Nasrallah, Hizbullah kemudian menunjuk Qassem sebagai pemimpin baru, yang telah lama menjadi tokoh senior dalam organisasi tersebut selama lebih dari tiga dekade.
Hizbullah sendiri didirikan pada 1982 oleh militan Muslim Syiah di Lebanon dengan dukungan Iran untuk melawan pendudukan Israel di Lebanon selatan.

[…] Baca Juga : Israel Sebut Telah Bunuh Naim Qassem Pemimpin Hizbullah […]