Trump Undang China Gabung Dewan Perdamaian Gaza
China telah diundang untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai bagian dari rencana perdamaian dan rekonstruksi wilayah Palestina.
Undangan tersebut disampaikan beberapa hari lalu saat Trump bertolak menuju Davos untuk mempromosikan rencana terkait masa depan Gaza kepada para pemimpin dunia. Pemerintah China mengkonfirmasi telah menerima undangan tersebut, meski belum menyatakan keputusan resmi mengenai keikutsertaannya.
“China telah menerima undangan dari AS,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers rutin di Beijing, Selasa (20/1/2026), tanpa menjelaskan apakah Beijing akan menerima tawaran tersebut.
Baca Juga: Mengenal “PBB Baru”, Apa itu Dewan Perdamaian Gaza Inisiasi Trump?
Rencana Perdamaian Trump dan Respons China
Undangan kepada China merupakan bagian dari rencana 20 poin Trump yang bertujuan memastikan perdamaian dan rekonstruksi Gaza secara berkelanjutan, setelah dua tahun konflik antara Israel dan kelompok Hamas di wilayah Palestina. Dalam rencana tersebut, Trump juga mengundang sejumlah pemimpin dunia untuk menjadi anggota pendiri Dewan Perdamaian Gaza.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan termasuk dalam daftar pemimpin yang diundang. Selain itu, Presiden Argentina Javier Milei dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney dilaporkan akan bergabung sebagai anggota pendiri komite Gaza.
China sendiri sebelumnya pernah mengambil langkah untuk mendamaikan faksi-faksi Palestina yang bersaing. Upaya tersebut dilakukan seiring ambisi Beijing menempatkan diri sebagai mediator netral dalam berbagai konflik global, termasuk di Timur Tengah.
Rencana Trump sempat menuai kritik dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Namun, kritik tersebut tidak berlangsung lama. Kantor Netanyahu kemudian mengumumkan melalui media sosial pada Rabu waktu setempat bahwa pemimpin Israel itu akan bergabung dengan lembaga inisiatif Trump tersebut.
Baca Juga: PM Israel Sepakat Gabung “PBB Baru” yang Digagas Trump
Ancaman Tarif dan Dukungan Internasional
Trump juga mengisyaratkan akan memberikan tekanan kepada negara-negara yang menolak undangan bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza. Hal itu disampaikan setelah ia mengetahui Presiden Prancis Emmanuel Macron berencana menolak tawaran tersebut.
“Saya akan memberlakukan tarif 200% pada anggur dan sampanyenya, dan dia (Macron) akan bergabung,” ujar Trump kepada wartawan, Senin (19/1/2026) waktu setempat.
Sebelumnya, para menteri luar negeri delapan negara, yakni Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, dan Uni Emirat Arab, telah mengumumkan secara resmi bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian untuk Gaza yang digagas Trump.
Dewan Perdamaian Gaza akan berperan dalam mengimplementasikan Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict yang telah disahkan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803. Misinya mencakup penguatan gencatan senjata permanen, dukungan terhadap rekonstruksi Gaza, serta mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan berdasarkan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan membentuk negara sesuai hukum internasional.
Baca Juga: Inggris Usul Kapal Perang ke Denmark saat Ancaman AS-Rusia Meningkat
Selain China, sejumlah negara lain juga masuk dalam daftar undangan Trump, mulai dari anggota NATO, negara-negara Amerika Latin, hingga Jepang dan Singapura. Namun, hingga kini tidak semua negara tersebut telah mengkonfirmasi keikutsertaan mereka dalam Dewan Perdamaian Gaza.

[…] Trump Undang China Gabung Dewan Perdamaian Gaza […]
[…] Trump Undang China Gabung Dewan Perdamaian Gaza […]
[…] Trump Undang China Gabung Dewan Perdamaian Gaza […]