14 Poin Kesepakatan AS-Iran Terungkap, Ini Isinya
Teks resmi nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai beredar menjelang penandatanganan resmi yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Jumat (19/6/2026).
Dokumen tersebut memuat 14 poin yang menjadi dasar penghentian konflik sekaligus kerangka negosiasi menuju perjanjian damai permanen antara kedua negara.
Kesepakatan ini lahir setelah perang yang berlangsung sejak Februari 2026 dan mencakup berbagai isu penting, mulai dari penghentian permusuhan, pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi, hingga masa depan program nuklir Iran.
Baca Juga: Rusia Didesak Trump Segera Berdamai dengan Ukraina usai Kesepakatan Iran
Penghentian Perang dan Pemulihan Hubungan
Dalam dokumen tersebut, AS dan Iran sepakat mengakhiri perang secara permanen serta menghentikan segala bentuk tindakan permusuhan.
Berikut poin-poin utama yang berkaitan dengan penghentian konflik:
- AS dan Iran sepakat mengakhiri perang secara segera dan permanen di seluruh front, termasuk Lebanon, serta berkomitmen tidak melakukan tindakan permusuhan satu sama lain.
- Kedua negara berjanji menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing serta tidak mencampuri urusan dalam negeri pihak lain.
- Negosiasi menuju kesepakatan final ditargetkan selesai dalam waktu maksimal 60 hari dan dapat diperpanjang atas persetujuan kedua pihak.
- AS berjanji mencabut blokade laut terhadap Iran, memulihkan lalu lintas pelayaran ke tingkat sebelum perang, serta menarik pasukan dari wilayah sekitar setelah kesepakatan final tercapai.
- Iran akan membuka kembali jalur pelayaran dari Teluk Persia menuju Laut Oman dan sebaliknya, termasuk melakukan pembersihan hambatan teknis dan ranjau laut.
Pencabutan Sanksi dan Dukungan Ekonomi
Dokumen tersebut juga memuat sejumlah komitmen ekonomi yang dinilai menjadi bagian penting dalam proses normalisasi hubungan kedua negara.
Berikut poin-poin terkait ekonomi dan sanksi:
- AS bersama mitra regionalnya akan menyusun rencana rehabilitasi dan pembangunan ekonomi Iran dengan nilai pendanaan sedikitnya 300 miliar dollar AS.
- AS berkomitmen mengakhiri seluruh sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi Dewan Keamanan PBB, IAEA, serta sanksi unilateral AS.
- Iran menegaskan kembali komitmennya untuk tidak pernah memproduksi senjata nuklir.
- Selama proses menuju kesepakatan final, Iran mempertahankan kondisi program nuklir saat ini, sementara AS tidak menambah sanksi baru maupun memperkuat pasukan di kawasan.
- Departemen Keuangan AS akan memberikan pengecualian bagi ekspor minyak mentah Iran, produk petrokimia, serta layanan terkait seperti perbankan, asuransi, dan transportasi.
- berjanji membebaskan dana dan aset Iran yang selama ini dibekukan agar dapat digunakan kembali sesuai ketentuan yang disepakati.
Baca Juga: 3 Tanker Iran Lolos dari Blokade AS di Selat Hormuz
Pengawasan Implementasi hingga Peran PBB
Selain mengatur penghentian konflik dan aspek ekonomi, dokumen tersebut juga memuat mekanisme pelaksanaan kesepakatan.
Berikut empat poin terakhir dalam MoU tersebut:
- AS dan Iran sepakat membentuk mekanisme implementasi untuk mengawasi pelaksanaan kesepakatan dan memastikan komitmen kedua pihak berjalan sesuai rencana.
- Setelah memperoleh jaminan implementasi sejumlah pasal utama, kedua negara akan melanjutkan negosiasi menuju perjanjian final.
- Perjanjian akhir nantinya akan disahkan melalui resolusi mengikat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan dokumen kesepakatan akan segera dipublikasikan kepada publik.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pembahasan lanjutan terkait isu-isu yang belum disepakati, termasuk program nuklir Iran, akan dimulai di Swiss setelah penandatanganan kerangka perjanjian tersebut.

[…] 14 Poin Kesepakatan AS-Iran Terungkap, Ini Isinya […]