Arab Saudi Sambut Damai AS-Iran, MBS Soroti Stabilitas
Arab Saudi menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menghentikan operasi militer serta memulai negosiasi menuju perjanjian damai permanen.
Dukungan tersebut disampaikan dalam rapat Kabinet Kerajaan Arab Saudi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).
Selain menyambut kesepakatan tersebut, pemerintah Saudi juga mengapresiasi peran Pakistan dan Qatar yang membantu memediasi proses perundingan antara Washington dan Teheran.
Kabinet menegaskan pentingnya pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz seperti kondisi sebelum pecahnya perang pada 28 Februari 2026.
MBS berharap proses perdamaian dapat menghasilkan stabilitas yang lebih luas bagi kawasan Timur Tengah maupun dunia.
Baca Juga: Impor Minyak rusia Tetap Dilanjut RI Meski Hormuz Dibuka
MBS Tekankan Kepentingan Bersama dan Stabilitas Kawasan
Melansir Al Arabiya, MBS menyatakan perdamaian harus dicapai dengan tetap memperhatikan kepentingan negara-negara di kawasan.
Ia menilai upaya tersebut penting untuk memperkuat keamanan regional sekaligus menghormati kedaulatan masing-masing negara.
Dalam pertemuan kabinet di Jeddah, pemerintah Saudi juga meninjau hasil berbagai konsultasi dengan sejumlah negara sahabat dalam beberapa hari terakhir.
Menurut MBS, dialog tersebut bertujuan memperkuat hubungan bilateral dan multilateral di berbagai sektor.
Keterlibatan tersebut, kata dia, dilakukan untuk memperluas kerja sama yang memberikan manfaat bersama sekaligus mendukung keamanan dan stabilitas internasional.
Kabinet juga menyambut terpilihnya Riyadh sebagai lokasi kantor pertama yang berfokus pada keamanan siber milik Institut Pelatihan dan Penelitian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNITAR).
Pemerintah Saudi menilai langkah tersebut mencerminkan posisi Arab Saudi sebagai salah satu negara yang berperan penting dalam pengembangan keamanan siber global.
Negosiasi Lanjutan Akan Bahas Program Nuklir Iran
Meski kesepakatan sementara telah diumumkan, sejumlah isu penting masih akan dibahas dalam tahap negosiasi berikutnya.
Kesepakatan sementara itu memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya terganggu akibat konflik.
Presiden AS Donald Trump mengatakan dokumen kesepakatan akan segera dipublikasikan dan menegaskan bahwa Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir.
“Iran ingin menyelesaikannya,” kata Trump kepada wartawan.
“Mereka harus kembali berbisnis, dan hubungan sekarang telah dinormalisasi, jadi saya pikir itu akan berjalan cukup cepat,” lanjutnya.
Trump sebelumnya juga menyebut kesepakatan tersebut sebagai “benteng terhadap senjata nuklir” bagi Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pembicaraan tahap berikutnya akan dimulai di Swiss setelah penandatanganan resmi kerangka kesepakatan.
Negosiasi lanjutan diperkirakan akan berfokus pada masa depan program nuklir Iran, termasuk isu pengayaan uranium yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.
Baca Juga: Iran Kini Mampu Menutup Selat Hormuz Kapan Saja, Ungkap Intelijen AS
Pemulihan Selat Hormuz dan Konflik Lebanon Masih Jadi Tantangan
Di tengah optimisme menuju perdamaian, sejumlah tantangan masih membayangi implementasi kesepakatan tersebut.
Selat Hormuz dijadwalkan kembali dibuka penuh mulai Jumat dan menjadi salah satu poin penting dalam kesepakatan karena jalur tersebut dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.
Meski demikian, pelaku industri memperkirakan normalisasi aktivitas pelayaran dan ekspor energi tidak akan berlangsung secara instan.
Proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, termasuk untuk memastikan keamanan jalur pelayaran.
Selain itu, konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon juga masih menjadi sumber ketidakpastian.
Iran menilai penghentian penuh pertempuran di Lebanon merupakan bagian penting dari kesepakatan, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon selatan.
Trump sendiri mengaku tidak puas dengan operasi militer Israel di Lebanon.
Ia mengatakan pada Selasa bahwa dirinya “tidak senang” dengan cara Israel menangani situasi tersebut.
Sementara itu, Araghchi menegaskan bahwa serangan Israel harus segera dihentikan agar proses perdamaian di kawasan dapat berjalan sesuai harapan.

[…] Arab Saudi Sambut Damai AS-Iran, MBS Soroti Stabilitas […]
[…] Arab Saudi Sambut Damai AS-Iran, MBS Soroti Stabilitas […]