Davos Jadi Panggung Trump Bahas Isu Greenland
Dalam ajang World Economic Forum (WEF) yang akan berlangsung di Davos, Swiss, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan akan menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak terkait ambisinya untuk menguasai Greenland
Melalui unggahan di Truth Social pada Selasa pagi, Trump mengungkapkan bahwa ia telah melakukan “pembicaraan telepon yang sangat baik” dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, yang membahas Greenland, yang merupakan wilayah otonom milik Denmark tersebut.
“Saya setuju untuk bertemu dengan berbagai pihak di Davos, Swiss,” tulis Trump tanpa merinci siapa saja yang akan ditemuinya. Ia kembali menegaskan pentingnya Greenland dengan bagi keamanan nasional dan dunia.
Baca Juga : Purbaya Sebut Rupiah Bisa Menguat dalam Semalam,Gimana Caranya?
Pernyataan itu muncul tidak lama setelah Trump kembali mengulang keinginannya untuk mengambil alih Greenland. Pernyataan yang memicu kekhawatiran di kalangan sekutu NATO, dan penolakan keras dari para pemimpin Uni Eropa, termasuk Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
“Kita harus memilikinya,” ujar Trump kepada wartawan pada Senin malam. Ketika ditanya mengenai penolakan para pemimpin Eropa, ia menyatakan tidak yakin penentangan tersebut akan berlangsung keras.
Dalam unggahan terpisah di media sosial, Mark Rutte menyebut telah berbicara dengan Trump mengenai isu Greenland dan kawasan Arktik, serta menegaskan bahwa pembahasan tersebut akan terus berlanjut.
Sebelumnya, Trump juga sempat mengaitkan klaimnya atas Greenland dengan kekecewaannya karena tidak menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Hal itu ia sampaikan dalam surat kepada Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Støre.
Trump meremehkan Nobel Perdamaian dengan menuduh Norwegia memiliki kendali atas proses seleksi, meski tetap mengapresiasi penghargaan berupa medali yang diberikan oleh tokoh oposisi Venezuela, María Corina Machado.
Baca Juga : Danantara Bidik Investor Global dalam WEF 2026
“Saya tidak peduli dengan Hadiah Nobel,” kata Trump, sambil menyebut Machado sebagai sosok yang tulus dan menganggap Trump layak menerima penghargaan tersebut. Padahal, Hadiah Nobel Perdamaian diputuskan oleh komite independen, bukan oleh pemerintah Norwegia.
Menjelang keberangkatannya ke Davos, Trump juga mengklaim bahwa perekonomian Amerika Serikat merupakan yang “terpanas” di dunia. Didampingi Menteri Dalam Negeri, Doug Burgum, ia menyoroti meningkatnya arus investasi serta penguatan pasar saham.
Berdasarkan agenda resmi, Trump dijadwalkan menyampaikan pidato khusus dalam pertemuan tahunan WEF pada Rabu (21/1/2026) pukul 14.30 waktu setempat (CET).
“Kami memiliki banyak pertemuan yang telah dijadwalkan, tetapi pesan utama untuk Davos adalah betapa luar biasanya kondisi negara kita saat ini,” ujarnya.
Ketegangan dengan sekutu NATO kembali memanas, setelah Trump pada akhir pekan lalu mengancam akan memberlakukan tarif terhadap sejumlah negara Eropa, jika upayanya menguasai Greenland tidak terwujud. Ancaman tersebut memicu kemarahan para pemimpin Uni Eropa, dan mendorong Presiden Macron menyerukan penggunaan instrumen balasan terkuat blok tersebut.
Trump juga melontarkan kritik terhadap Macron yang menolak undangannya untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian yang diusulkan, serta mengisyaratkan kemungkinan pengenaan tarif hingga 200 persen terhadap produk sampanye dan anggur asal Prancis.
Baca juga: AS Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Ada Apa?

[…] Davos Jadi Panggung Trump Bahas Isu Greenland […]
[…] Davos Jadi Panggung Trump Bahas Isu Greenland […]
[…] Baca Juga: Davos Jadi Tempat Donald Trump Bahas Isu Greenland […]