Gegara Trump, Dana Pensiun Greenland Pertimbangkan Lepas Saham AS
Dana pensiun Greenland tengah mempertimbangkan, kemungkinan melanjutkan atau menghentikan investasi pada saham-saham Amerika Serikat (AS).
Langkah tersebut dinilai berpotensi menjadi simbol perlawanan terhadap upaya Presiden AS Donald Trump yang kembali menyuarakan ambisi untuk menguasai pulau Arktik tersebut.
Dana pensiun SISA Pension, yang mengelola aset sekitar tujuh miliar kroner Denmark atau setara US$1,1 miliar, saat ini memiliki eksposur sekitar 50% ke pasar AS, mayoritas melalui kepemilikan saham publik.
Meski belum ada keputusan final, CEO SISA Pension Søren Schock Petersen mengungkapkan bahwa opsi divestasi kini menjadi bahan pembahasan serius di internal perusahaan.
“Kami masih mendiskusikannya dan akan terus mendiskusikannya. Mungkin suatu saat nanti, kami akan mengatakan cukup sudah,” kata Petersen yang tinggal di Kopenhagen melalui telepon.
Baca Juga : 28 Perusahaan Dicabut Izinnya, Usai Terindikasi Penyebab Bencana Alam
“Tekanan terus-menerus ini mungkin akan berakhir dengan keputusan bahwa kami sekarang harus bertindak dan tidak bisa terus mengabaikannya.”
Isu penjualan aset AS oleh investor asing kembali mencuat setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif terhadap barang-barang dari negara-negara Eropa yang menentang rencananya mengambil alih Greenland.
Meski demikian, Presiden AS tersebut kemudian membatalkan ancaman tarif itu pada Rabu, dengan alasan telah tercapai apa yang ia sebut sebagai “kerangka kesepakatan masa depan” terkait Greenland.
Petersen, yang menyampaikan pernyataannya sebelum Trump melunakkan sikap, menegaskan bahwa SISA Pension tetap mempertimbangkan ulang investasinya di AS. Jika langkah divestasi benar-benar dilakukan, keputusan tersebut akan tergolong tidak lazim mengingat dominasi pasar ekuitas AS dalam sistem keuangan global.
Sekitar 70% indeks MSCI World diisi oleh saham-saham AS, dengan performa unggul selama beberapa dekade terakhir yang memunculkan narasi “American Exceptionalism”. Kondisi tersebut membuat pasar modal AS dianggap terlalu besar untuk diabaikan oleh sebagian besar investor global.
Di Eropa, sejumlah dana pensiun memang telah mengambil langkah serupa dengan menjual obligasi pemerintah AS, namun tetap mempertahankan kepemilikan saham. Dana pensiun Denmark Akademik Pension menyatakan akan melepas sekitar US$100 juta obligasi Treasury AS pada akhir bulan ini. Sementara itu, dana pensiun swasta terbesar Swedia, Alecta, telah mengurangi sebagian besar kepemilikannya sejak awal 2025.
Petersen mengakui bahwa skala SISA Pension relatif kecil dan kepemilikan obligasi pemerintah AS-nya sangat terbatas. Karena itu, pelepasan saham AS tidak akan berdampak signifikan terhadap pasar global. Ia juga menilai keputusan divestasi saham jauh lebih kompleks dibandingkan menjual obligasi.
“Apakah itu keputusan yang adil? Hanya setengah populasi AS yang memilih Trump,” tanyanya.
“Jika kami keluar dan saham AS berkinerja seperti yang terjadi baru-baru ini, apakah anggota kami masih akan menghargainya?”
Lebih jauh, Petersen menyebut invasi AS ke Greenland sebagai skenario terburuk. Pernyataan tersebut sejalan dengan peringatan Perdana Menteri Greenland yang sebelumnya menyebut masyarakat perlu bersiap menghadapi kemungkinan invasi militer, meski dinilai kecil kemungkinannya.
Dalam skenario ekstrem tersebut, Petersen memperkirakan sebagian besar penduduk Greenland akan mengungsi ke Denmark. Kondisi itu diyakini dapat menekan nilai investasi swasta dana pensiun di wilayah tersebut, termasuk kepemilikan saham di perusahaan seafood lokal yang baru saja diakuisisi.
Baca Juga : Purbaya Akan Lakukan Sidak di Perusahaan China yang Tunggak Pajak
Jika invasi benar-benar terjadi, Petersen berasumsi aset SISA Pension tidak akan disita oleh AS.
Didirikan pada 1999, SISA Pension kini dimiliki oleh lebih dari 44.000 anggota dan berkantor pusat di Nuuk, dengan jumlah karyawan sebanyak enam orang.
“Ukuran kami sangat kecil dibandingkan dengan industri lainnya,” ujar Petersen. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan untuk melepas aset AS “bisa bersifat simbolis. Itu bisa menjadi sinyal.”

[…] Gegara Trump, Dana Pensiun Greenland Pertimbangkan Lepas Saham AS […]
[…] Gegara Trump, Dana Pensiun Greenland Pertimbangkan Lepas Saham AS […]