Trump dan NATO Sepakat Soal Greenland, Tanpa Dokumen Resmi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dilaporkan telah mencapai kesepahaman lisan mengenai masa depan Greenland, meskipun hingga kini belum ada dokumen resmi yang merinci atau mengikat hasil pembicaraan tersebut.
Sejumlah sumber yang mengetahui jalannya pertemuan menyebut kesepahaman itu tercapai saat Trump dan Rutte bertemu pada Rabu (21/1/2026) waktu setempat. Meski pembicaraan dinilai signifikan, tidak ada naskah tertulis yang disepakati atau ditandatangani kedua pihak usai pertemuan tersebut.
Dalam diskusi itu, Trump dan Rutte sepakat untuk melanjutkan pembahasan pembaruan perjanjian tahun 1951 antara Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland yang selama ini mengatur keberadaan militer AS di wilayah tersebut.
Baca Juga: Dana Pensiun Greenland Pertimbangkan Lepas Saham AS gegara Trump
Pembaruan Perjanjian dan Peran NATO di Greenland
Sumber-sumber yang mengetahui isi pembicaraan mengatakan kerangka awal kesepahaman mencakup rencana peningkatan peran NATO di Greenland, wilayah yang dinilai strategis secara geopolitik di kawasan Arktik. Selain itu, terdapat pula kesepakatan prinsip mengenai larangan investasi Rusia dan China di Greenland.
Dua sumber menyebutkan bahwa akses Amerika Serikat terhadap sumber daya alam Greenland, termasuk cadangan mineralnya, juga menjadi salah satu topik yang dibahas. Namun, Mark Rutte secara terbuka membantah bahwa isu tersebut dibicarakan secara langsung dalam pertemuannya dengan Trump.
Gedung Putih menegaskan bahwa pembahasan tersebut masih berada dalam tahap awal dan rincian lengkapnya akan diumumkan setelah proses perundingan rampung.
“Jika kesepakatan ini terwujud, dan Presiden Trump sangat berharap demikian, Amerika Serikat akan mencapai semua tujuan strategisnya terkait Greenland dengan biaya yang sangat kecil, selamanya,” ujar juru bicara Gedung Putih Anna Kelly, dikutip dari CNN International, Jumat (23/1/2026).
“Rinciannya akan dirilis sesuai dengan kesepakatan yang telah diselesaikan oleh semua pihak yang terlibat,” tambah dia.
Baca Juga: China Diundang Trump Gabung Dewan Perdamaian Gaza
Tanpa Dokumen Resmi, Sekutu NATO Dibuat Bingung
Ketiadaan dokumen tertulis dalam kesepahaman Trump dan Rutte disebut bukan tanpa alasan. Seorang sumber mengungkapkan bahwa Rutte tidak menginginkan adanya naskah resmi dalam pertemuan tersebut karena khawatir dokumen dapat bocor atau dipublikasikan Trump melalui media sosial.
Kekhawatiran itu muncul setelah Trump sebelumnya sempat mengunggah pesan pribadi dari Rutte ke akun media sosialnya, yang menuai perhatian luas dari publik dan sekutu NATO.
Absennya dokumentasi tertulis ini memicu kebingungan di kalangan negara-negara anggota NATO mengenai apa saja poin yang benar-benar telah disepakati. Untuk mengatasi hal tersebut, dokumen rinci terkait kesepakatan baru akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan kelompok kerja Amerika Serikat–Denmark–Greenland yang dibentuk pekan lalu.
Pertemuan lanjutan kelompok kerja tersebut diperkirakan dapat digelar paling cepat pada pekan depan di Washington, DC, guna memperjelas arah kesepakatan terkait Greenland dan peran NATO di kawasan tersebut.
Baca Juga: Reformasi Industri Minyak Disiapkan Venezuela, Asing Masuk?

[…] Trump dan NATO Sepakat Soal Greenland, Tanpa Dokumen Resmi […]
[…] Trump dan NATO Sepakat Soal Greenland, Tanpa Dokumen Resmi […]