Trump Diam-diam Minta Bantuan China, Ada Apa?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan secara langsung meminta Presiden China, Xi Jinping, untuk membantu mendorong berakhirnya perang Rusia-Ukraina.
Permintaan tersebut disebut disampaikan dalam pertemuan puncak AS-China yang berlangsung di Beijing pada 14-15 Mei 2026. Menurut laporan yang dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Trump meminta Xi menggunakan pengaruhnya terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin, agar kembali ke meja perundingan damai.
Beberapa sumber yang mengetahui jalannya pertemuan menyebut isu Ukraina menjadi salah satu topik yang dibahas secara langsung oleh kedua pemimpin dunia tersebut.
Trump Jadikan Perdamaian Ukraina Prioritas
Sejak kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, Trump menjadikan penyelesaian konflik Rusia-Ukraina sebagai salah satu fokus utama kebijakan luar negerinya.
Baca Juga : Laba PLN Anjlok Lebih dari 50%, Ini Penyebab Utamanya
Namun hingga kini, berbagai upaya diplomatik belum menghasilkan kemajuan signifikan. Satu-satunya pembicaraan tingkat tinggi antara Rusia dan Ukraina yang pernah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir terjadi di Türkiye pada Juli tahun lalu.
Pada Maret 2026, Trump juga dilaporkan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, agar mempertimbangkan kesepakatan damai dengan Moskow.
Meski demikian, situasi di medan perang justru terus mengalami eskalasi. Ketegangan militer antara kedua negara masih berlanjut dengan intensitas tinggi.
Pada 25 Mei, Rusia dilaporkan melancarkan serangan ke Kyiv menggunakan rudal balistik hipersonik Oreshnik. Beberapa hari kemudian, Ukraina membalas dengan menyerang fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang berada di bawah kendali Rusia.
Rangkaian serangan tersebut menunjukkan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai masih menghadapi tantangan besar meskipun berbagai upaya diplomasi terus dilakukan.
Trump dan Gedung Putih Belum Banyak Berkomentar
Hingga saat ini, Trump maupun Gedung Putih belum memberikan penjelasan rinci mengenai pembahasan khusus terkait perang Ukraina dalam pertemuan dengan Xi Jinping.
Trump hanya mengonfirmasi secara singkat bahwa isu tersebut memang menjadi bagian dari diskusi kedua pemimpin.
“Itu adalah salah satu hal yang kami harap dapat segera diselesaikan,” kata Trump, dikutip Selasa (2/6/2026).
Sementara itu, dokumen resmi yang dirilis Gedung Putih tidak mencantumkan secara spesifik pembahasan mengenai Ukraina.
Pemerintah China juga hanya menyatakan bahwa kedua pemimpin bertukar pandangan mengenai berbagai isu internasional utama, termasuk konflik di Ukraina.
Menariknya, beberapa hari setelah pertemuan dengan Trump, Xi Jinping kembali menggelar pertemuan bilateral dengan Vladimir Putin di Beijing pada 20 Mei 2026.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis usai pertemuan, kedua pemimpin menegaskan pandangan mereka terkait penyelesaian konflik Ukraina.
“Kedua negara mengakui bahwa akar penyebab krisis Ukraina harus dihilangkan dan kerangka kerja untuk keamanan bersama serta perdamaian abadi harus dibentuk, secara penuh dan komprehensif berdasarkan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” tegas Xi dan Putin.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Beijing dan Moskow masih mempertahankan koordinasi erat dalam menyikapi konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut.
Meski menjadi perhatian penting, laporan SCMP menyebut isu Ukraina sebenarnya bukan fokus utama dalam pertemuan Trump dan Xi.
Sebagian besar pembahasan kedua negara lebih banyak berkaitan dengan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, serta berbagai isu strategis yang memengaruhi hubungan bilateral Washington dan Beijing.
Baca Juga : Media Malaysia Soroti Lemahnya Rupiah, Wamenpar Sebut Peluang
Namun demikian, permintaan Trump kepada Xi dianggap menunjukkan besarnya harapan Amerika Serikat terhadap pengaruh China dalam membantu membuka jalan menuju proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina yang hingga kini masih belum menemukan titik terang.

[…] Trump Diam-diam Minta Bantuan China, Ada Apa? […]